Berita Banyumas

Tolak Wacana Lima Hari Sekolah, Ketua Komisi 4 DPRD Banyumas: Anak Sekolah itu Bukan Orang Kerja

Ketua Komisi 4 DPRD Banyumas Mustofa menolak rencana penerapa lima hari sekolah bagi siswa SD negeri di wilayah tersebut.

Editor: rika irawati
TRIBUNBANYUMAS/Permata Putra Sejati
ILUSTRASI. Puluhan anak SD di Purwokerto mendengarkan cerita saat peringatan Hari Anak Nasional di Stasiun Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Kamis (21/7/2022). Pemkab Banyumas mewacanakan lima hari sekolah untuk siswa SD negeri. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, BANYUMAS - Ketua Komisi 4 DPRD Banyumas Mustofa menolak rencana penerapa lima hari sekolah bagi siswa SD negeri di wilayah tersebut.

Menurut Mustofa, sistem ini hanya akan membuat anak kelelahan sehingga kegiatan belajar mengajar malah menjadi tidak efektif.

"Anak sekolah itu bukan orang kerja. Proses pendidikan jangan lima hari kerja tetap enam hari," kata Mustofa kepada wartawan, Kamis (28/7/2022), dikutip dari Kompas.com.

Baca juga: Pemkab Banyumas Terapkan Lima Hari Sekolah untuk SD Negeri Mulai 1 Agustus, Begini Respon Orangtua

Baca juga: Pencuri Sasar Pondok Pesantren di Banyumas Ditangkap. Beraksi Setiap Jumat, Gasak Ponsel Santri

Menurut Mustofa, rencana tersebut bertentangan dengan semangat pembelajaran karena tidak efektif dan berpengaruh terhadap proses belajar siswa.

"Setelah pukul 13.00 WIB ke atas, sudah tidak jelas proses pembelajarannya," ujar Mustofa.

Rencana ini juga ditolak Ketua Fraksi Kebangkitan Bangsa DPRD Banyumas, Imam Afhas.

Afhas mengatakan, penambahan jam belajar akan membuat kondisi fisik anak kelelahan.

Terutama, mereka yang setelah sekolah mengikuti pendidikan keagamaan di TPQ.

"Yang sudah terbiasa mengaji di TPQ setelah pulang sekolah, akan kelelahan. Kegiatan pendidikan keagamaan di TPQ jadi tidak bisa," kata Afhas.

Baca juga: Pemkab Banyumas Layangkan SP 1 ke Hotel Rodamas Purwokerto, Buntut Temuan Kondom di Atap Rumah Warga

Baca juga: Rekomendasi 3 Warung Mi Ayam Enak di Banyumas: Pilih, Pakai Pangsit Goreng atau Taburan Kacang

Kondisi itu, menurut Afhas, akan berdampak negatif terhadap perkembangan anak, karena minim mendapatkan pendidikan agama.

"Ini akan memberikan dampak negatif bagi anak-anak, nantinya, karena bagaimanapun, pendidikan agama itu penting," ujar Afhas.

Diberitakan sebelumnya, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyumas akan melakukan uji coba penerapan lima hari sekolah bagi siswa SDN.

Bupati Banyumas Achmad Husein mengatakan, uji coba akan diberlakukan selama tiga bulan, mulai 1 Agustus mendatang.

"Dengan pertimbangan, supaya lebih efektif lagi sistem belajar mengajar maka mulai 1 Agustus akan diuji coba belajar lima hari," kata Husein kepada wartawan, Kamis (28/7/2022). (*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Ada Wacana Anak SD Banyumas Masuk 5 Hari, Anggota DPRD: Anak Sekolah Itu Bukan Orang Kerja".

Baca juga: Gadaikan Motor Teman tanpa Izin, Warga Bojongsari Purbalingga Diamankan Polisi

Baca juga: Loh Sergio Alexandre Sebut Carlos Fortes Belum Tentu Dimainkan pada Laga Arema FC Vs PSIS Semarang

Baca juga: Tipu RSOP Purwokerto dengan Kirim MRI Bekas, Direktur Alkes di Jakarta Dijebloskan ke Penjara

Baca juga: Apa Itu Biennale? Kata yang Lekat dengan Acara Seni, Ini Artinya!

Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved