Berita Banyumas

Pemkab Banyumas Terapkan Lima Hari Sekolah untuk SD Negeri Mulai 1 Agustus, Begini Respon Orangtua

Pemkab Banyumas berencana melakukan ujicoba sistem pembelajaran lima hari sekolah untuk siswa SD negeri di wilayah tersebut.

Penulis: Permata Putra Sejati | Editor: rika irawati
TRIBUNBANYUMAS/PERMATA PUTRA SEJATI
Bupati Banyumas Achmad Husein saat ditemui wartawan di Purwokerto, Senin (7/3/2022). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, PURWOKERTO - Pemerintah Kabupaten Banyumas berencana melakukan ujicoba sistem pembelajaran lima hari sekolah untuk siswa Sekolah Dasar (SD) negeri di wilayah tersebut.

Bupati Banyumas Achmad Husien mengatakan, sistem belajar ini dinilai lebih efektif.

"Uji coba sekolah lima hari dimulai tanggal 1 Agustus 2022, selama tiga bulan ke depan."

"Yaitu, dari Senin-Jumat dengan tambahan satu jam pelajaran setiap hari (dari jadwal reguler enam hari sekolah)."

"Sedangkan Sabtu dan Minggu libur, untuk tingkat SD negeri," kata Husein, Kamis (28/7/2022).

Baca juga: Rekomendasi 3 Warung Mi Ayam Enak di Banyumas: Pilih, Pakai Pangsit Goreng atau Taburan Kacang

Baca juga: Peringatan Hari Anak Nasional 2022 Jateng Dipusatkan di Banyumas, Setiap Anak Bawa Mainan Klotokan

Baca juga: Polisi Gerebek Studio Foto di Wangon Banyumas, Amankan 4 Penjual Togel Hongkong dan Uang Rp 585 Ribu

Husen mengatakan, setelah tiga bulan, pelaksanaannya akan dievaluasi apakah apakan diteruskan atau dikembalikan ke sistem enam hari sekolah.

Sementara, rencana sistem lima hari sekolah ini menimbulkan pro-kontra di antara orangtua murid.

Orangtua yang tak setuju khawatir, sistem lima hari sekolah membuat anak terlalu lelah lantaran jam pulang menjadi terlalu sore.

Belum lagi di rumah, sang anak memiliki kegiatan mengaji seusai pulang sekolah.

"Sebenarnya, Sabtu-Minggu libur itu bagus untuk istirahat dan belajar di rumah. Tapi, kalau Senin sampai Jumatnya full sekali hingga sore, ya kasian."

"Namanya anak masih SD, belum ngajinya dan sebagainya, atau ada yang les dan kegiatan lain," ungkap Muji Lestiana (45).

Sementara, Supriyatun (35), mengaku setuju akan kebijakan tersebut.

"Setuju saja, yang penting, lima hari sekolah itu benar-benar efektif dan Sabtu Minggu, anak bisa istirahat lebih panjang."

"Soal pulang sore, saya kira, kalau anak SD bisa disesuaikan, kasian kan masih kecil," ungkapnya. (*)

Baca juga: Geger! Anak Kelas 5 SD di Salatiga Diculik Sepulang Sekolah

Baca juga: PSIS Semarang Bawa 22 Pemain Hadapi Arema FC, Satu Pemain Inti Ditinggal

Baca juga: BREAKING NEWS: Kopda Muslimin Ditemukan Tewas, Kasus Penembakan Istri TNI di Semarang

Baca juga: Wings Air Layani Penerbangan Purbalingga-Pondok Cabe PP Mulai 5 Agustus 2022, Terbang Setiap Jumat

Sumber: Tribun Banyumas
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved