Berita Pemalang

Tunggu Surat Penetapan Tersangka dari Polda Jateng, Bupati Pemalang Mulai Siapkan Plh Sekda

Bupati Pemalang Mukti Agung Wibowo mulai menyiapkan pelaksana harian (Plh) untuk posisi sekretaris daerah (sekda).

Editor: rika irawati
tribunbanyumas.com/rahdyan
Dirreskrimsus Polda Jateng, Kombes Pol Johanson Ronald Simamora, bersama Kabid Humas Polda Jateng Kombes Pol M Iqbal Alqudusy menunjukan wajah Sekda Pemalang, Mohammad Arifin yang menjadi kasus korupsi di Pemalang, Jawa Tengah, Selasa (19/7/2022). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, PEMALANG - Bupati Pemalang Mukti Agung Wibowo mulai menyiapkan pelaksana harian (Plh) untuk posisi sekretaris daerah (sekda).

Ancang-ancang ini dilakukan setelah Polda Jawa Tengah menetapkan Sekda Purbalingga MA ditetapkan tersangka dalam kasus dugaan korupsi.

Mukti pun berharap, kasus ini bisa menjadi pelajaran bagi seluruh jajaran ASN dipemerintahannya, saat ini.

"Semoga, tidak terulang lagi di Kabupaten Pemalang," ujarnya usai menghadiri acara di salah satu hotel di Pemalang, Rabu (20/7/2022).

Baca juga: Sekda Pemalang Mohammad Arifin Ditetapkan Tersangka Kasus Dugaan Korupsi

Baca juga: Begini Modus Korupsi Sekda Pemalang Yang Rugikan Negara Rp 1,05 Miliar

Meski begitu, Mukti mengaku belum menerima pemberitahuan secara fisik (surat) penetapan sekda sebagai tersangka.

"Jadi, saya belum bisa berkomentar kaitan penetapan itu, kami masih menunggu pemberitahuan secara fisik," katanya.

Pihaknya juga mulai ancang-ancang menyiapkan pengganti MA untuk sementara mengambil alih tugas sekda, selama MA mejalani proses hukum.

"Begitu saya menerima pemberitahuan secara fisik maka bisa ditunjuk pelaksana harian (Plh) saat itu juga. Kalau Plt kan kewenangannya provinsi, kami hanya mengusulkan nama-nama," ujarnya.

Sebelumnya, Polda Jateng melalui Dirreskrimsus Kombes Pol Johanson Simamora, mengumumkan penetapan Sekda Pemalang MA sebagai tersangka kasus pembangunan proyek jalan Kabupaten Pemalang tahun 2010, Selasa (19/7/2022).

Baca juga: Bus Rosalia Indah Tujuan Solo Terbakar di Tol Pejagan-Pemalang, Api Muncul dari Kap Mesin Belakang

Baca juga: 5 Orang Warga Pemalang Tersambar Petir, 3 Tewas! Ini Kronologinya

Dari hasil penyelidikan, MA yang saat itu menjabat sebagai Kepala DPU Pemalang, meminta agar pencairan proyek pembangunan jalan sebanyak 100 persen.

Padahal, progres pembangunan baru 73 persen.

"Perbuatan yang melawan hukum yang dilakukan oleh MA yang sekarang menjabat sebagai Sekda Kabupaten Pemalang, yaitu pencairan 100 persen dari paket 1 dan 2 yang sebenarnya pekerjaan masih 73 persen."

"Dan, penyerahan uang Rp 500 juta kepada PT Aska padahal bukan yang pemenang proyek," ujar Johanson.

Ia menyebut, kasus proyek pengadaan jalan sebesar Rp 6.579.000.000 menyebabkan kerugian negara hingga Rp 1.055.000.000. (*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Sekdanya Jadi Tersangka, Bupati Pemalang: Jadi Pelajaran Buat Semua".

Baca juga: Sepasang Remaja Terekam Bermesraan di Area Masjid Menara Kudus, Videonya Viral di Whatsapp

Baca juga: Istri Ditembak di Semarang, Anggota TNI Arhanud Kopda M Malah Kabur, Ada Apa?

Baca juga: UPDATE Penembakan Istri TNI Semarang, Polisi Temukan Motor Para Pelaku di Sampangan dan Sayung

Baca juga: Kejati Jateng Periksa 3 Bank Milik Pemerintah, Diduga Terjadi Korupsi Rp 90 Miliar Penyaluran Kredit

Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved