Berita Pemalang

Begini Modus Korupsi Sekda Pemalang Yang Rugikan Negara Rp 1,05 Miliar

Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Jateng membeberkan modus yang digunakan Sekda Pemalang dalam kasus dugaan korupsi.

tribunbanyumas.com/rahdyan
Dirreskrimsus Polda Jateng, Kombes Pol Johanson Ronald Simamora tunjukkan wajah Sekda Pemalang Mohammad Arifin yang menjadi tersangka kasus korupsi di Pemalang, Jawa Tengah, Selasa (19/7/2022). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, SEMARANG - Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah, Mohammad Arifin ditetapkan tersangka kasus dugaan korupsi pembangunan jalan.

Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Jateng membeberkan modus yang digunakan Sekda Pemalang dalam kasus dugaan korupsi.

Hasil audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) menyatakan kerugiaan negara dalam kasus dugaan korupsi ini yakni mencapai Rp 1,055 miliar.

Praktik dugaan korupsi yang dilakukan Sekda Pemalang tersebut dilakukan saat Mohammad Arifin masih menjabat Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Pemalang.

Baca juga: Sekda Pemalang Mohammad Arifin Ditetapkan Tersangka Kasus Dugaan Korupsi

Dirreskrimsus Polda Jateng, Kombes Pol Johanson Ronald Simamora mengatakan kasus korupsi bermula adanya proyek pengerjaan jalan paket I dan II yang dikerjakan oleh Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Pemalang pada tahun anggaran 2010.

"Wilayah proyek paket 1 Comal, Mbelik, dan Watu Kumpul.

Sementara paket 2 meliputi Widodaren, Karangasem,  Bojong Bata, Sumberharjo Pemalang," tutur dia.

Baca juga: Bus Rosalia Indah Tujuan Solo Terbakar di Tol Pejagan-Pemalang, Api Muncul dari Kap Mesin Belakang

Kemudian tahun 2012 dilakukan penyidikan dan ditetapkan 4 tersangka. 

"4 tersangka tersebut telah menjalani vonis hukuman pada tahun 2012.

Ada yang 5 tahun, 4 tahun dan 3 tahun," jelasnya saat konferensi pers di kantor Ditreskrimsus Polda Jateng, Selasa (19/7/2022).

Menurutnya, setelah menjalani pidana, keempat tersangka merasa perbuatannya tidak dilakukan sendiri.

Mereka melakukan bersama Mohammad Arifin yang saat itu menjabat sebagai Kepala DPU Pemalang

"Kemudian mereka melaporkan MA (Mohammad Arifin) yang pada tahun 2010 menjabat sebagai Kepala DPU ke Ditreskrimsus Polda Jateng," tuturnya.

Baca juga: Ikut Lapak Ganjar, Seni Mural Jadi Lahan Pekerjaan Menjanjikan, Ini Penuturan Masbrand Art Pemalang

Kombes Johanson mengatakan, modus yang dilakukan Mohammad Arifin yakni menyuruh Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) proyek pembangunan jalan untuk membuat serah terima kontrak pengerjaan jalan paket I dan II mencapai 100 persen.

Halaman
12
Sumber: Tribun Banyumas
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved