Berita Banyumas

Serunya MPLS di SMP Qita Banyumas. Siswa Diajak Bikin Pupuk Organik Cair

Siswa SMP Qita belajar membuat pupuk organik cair saat masa pengenalan lingkungan sekolah (MPLS), Rabu (20/7/2022).

Penulis: Imah Masitoh | Editor: rika irawati
ISTIMEWA/Humas Pemkab Banyumas
Siswa SMP dan SD Qita antusias mengikuti kegiatan masa pengenalan lingkungan sekolah (MPLS) lewat program membuat pupuk organik cair di halaman sekolah, Rabu (20/7/2022). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, PURWOKERTO - Masa Pengenalan lingkungan sekolah ( MPLS) di SMP Qaryah Thayyibah (SMP Qita) Purwokerto, Kabupaten Banyumas, dimanfaatkan pihak sekolah memberi edukasi siswa baru terkait lingkungan.

Upaya pengenalan budaya sekolah berwawasan lingkungan dilaksanakan lewat pengenalan dan pelatihan pengolahan limbah organik, Rabu (20/7/2022).

Kepala SMP Qita Tofik Hidayat mengungkapkan, kegiatan ini dimaksudkan untuk mengenali potensi diri siswa sekaligus membantu siswa dalam mengenal lingkungan baru sekolahnya.

Kegiatan tersebut tak hanya diikuti siswa SMP Qita tetapi juga siswa SD Qita.

Baca juga: Ketemu Siswa Baru SMP Negeri 1 Bukateja, Dinkominfo Purbalingga Ingatkan Etika Bermedia Sosial

Baca juga: Jadi Saksi, Wakil Bupati Banyumas Sadewo Diperiksa KPK Terkait Aliran Uang Kasus TPPU Budhi Sarwono

Baca juga: Lebih Dekat Bupati Banyumas Achmad Husein: Miliki Gelar Bangsawan dan Terima Julukan Bakul Peso

Baca juga: Persibas Banyumas Dipastikan Ikut di Liga 3 2022 Jateng, Ketum Sadewo: Sudah Daftar, Kami Ikut

Kegiatan berlangsung di halaman sekolah yang terletak di Gang Kampus, Jalan Desa Beji-Karangsalam, RT 05 RW 02, Desa Karangsalam Kidul, Kecamatan Kedungbanteng, Kabupaten Banyumas.

Dalam kesempatan itu, Tofik turun tangan melatih peserta mengolah limbah organik dari sisa nasi, buah-buahan atau sayuran sisa, menjadi pupuk cair.

Untuk menarik minat siswa, Tofik melakukan demonstrasi dan mengajak siswa praktik langsung.

"Alat dan bahan yang perlu disiapkan adalah botol bekas, molases, cairan EM4, dan air. Limbah organik dicampurkan dengan bahan-bahan lalu difermentasi selama sekitar sebulan."

"Seminggu sekali, botol dibuka untuk mengeluarkan gas agar tidak meletup," jelasnya.

Pupuk cair hasil olahan itu kemudian diberi nama Pocita, akronim dari Pupuk Organik Cair Qita.

Selain pembuatan Pocita, peserta juga diajari cara membuat ecobrick dari sampah plastik dan pupuk kompos. (*)

Baca juga: Tak Perlu Antre, Pasien RSUD dr Soeselo Slawi Tegal Bisa Nikmati Layanan Pengantaran Obat ke Rumah

Baca juga: Jembatan Utama Ambrol, Warga Jetak Cilacap Terpaksa Lewati Jembatan Bambu 22 Meter

Baca juga: Masjid Argomedjono Tawangmangu Karanganyar Layak Jadi Benda Cagar Budaya

Baca juga: Desa Gembong dan Karangtalun Purbalingga Ditetapkan BPS sebagai Desa Cantik, Ini Maksudnya

Sumber: Tribun Banyumas
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved