Berita Purbalingga
Desa Gembong dan Karangtalun Purbalingga Ditetapkan BPS sebagai Desa Cantik, Ini Maksudnya
Desa Gembong dan Desa Karangtalun di Purbalingga ditetapkan sebagai Desa Cinta Statistik (Desa Cantik) oleh Badan Pusat Statistik (BPS) Purbalingga.
Penulis: Permata Putra Sejati | Editor: rika irawati
TRIBUNBANYUMAS.COM, PURBALINGGA - Desa Gembong dan Desa Karangtalun di Purbalingga ditetapkan sebagai Desa Cinta Statistik (Desa Cantik) oleh Badan Pusat Statistik (BPS) Purbalingga.
Desa di Kecamatan Bojongsari dan Kecamatan Bobotsari itu diharapkan dapat membantu percepatan penguatan statistik sektoral tingkat desa untuk mewujudkan satu data Indonesia.
Penetapan ini disertai pelatihan dan pembinaan yang diikuti perangkat desa dua desa tersebut, di Balai Desa Gembong, Rabu (20/7/2022).
"Pembinaan Desa Cantik bertujuan meningkatkan literasi, kesadaran, dan peran aktif perangkat desa serta masyarakat dalam penyelenggaraan statistik," kata Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Purbalingga Zulfikar dalam rilis yang diterima, Kamis (21/7/2022).
Baca juga: Kadin Purbalingga Ajak Gapensi dan Pemkab Bekerja Sama Pulihkan Ekonomi Pascapendemi Covid
Baca juga: Pemkab Purbalingga Optimistis BUMDes Rintisan Segera Naik Level, Ini Upaya yang Dilakukan
Baca juga: Bobol Kios Potong Ayam di Sokawera Purbalingga, Warga Kedungwuluh Gondol Golok hingga Pompa Air
"Serta, meningkatkan kompetensi dalam mengelola, memanfaatkan dan memahami data statistik secara baik sehingga perencanaan pembangunan desa menjadi lebih tepat sasaran," imbuh dia.
Menurut Zulfikar, hal ini sejalan dengan Undang-undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa dan Perpres Nomor 39 Tahun 2019 tentang Satu Data Indonesia, yaitu desa harus mampu menyelenggarakan kegiatan statistik di wilayahnya masing-masing.
Zulfikar menambahkan, sebagai leading sektor dalam pengembangan statistik, BPS memiliki peran penting dalam peningkatan pengelolaan, pemanfaatan, dan literasi data di tingkat desa.
Hal ini sebagaimana tertuang dalam UU No 16 Tahun 1997 tentang statistik.
"Lewat program ini diharapkan nantinya akan ada agen-agen statistik yang lahir di desa-desa," jelasnya. (*)
Baca juga: Bupati Cilacap Tatto Pamuji Diperiksa KPK, Jadi Saksi Kasus Dugaan Suap Budhi Sarwono
Baca juga: Rotasi Kapolres Purworejo, Blora, Kendal, Karo SDM, dan Dirreskrimsus Polda Jateng, Ini Nama-namanya
Baca juga: Lebih Dekat Bupati Banyumas Achmad Husein: Miliki Gelar Bangsawan dan Terima Julukan Bakul Peso
Baca juga: Polisi Ungkap Ciri-ciri Pelaku Penembakan Istri TNI di Semarang