Berita Batang

Pembunuh Mayat dalam Karung di Batang Terungkap, Tetangga yang Emosi saat Tegur Korban

Polres Batang menangkap pelaku pembunuhan mayat dalam karung di bawah Jembatan Sigorek, Desa Kumejing, Kecamatan Subah.

Penulis: dina indriani | Editor: rika irawati
TRIBUNBANYUMAS/DINA INDRIANI
Kapolres Batang AKBP Irwan Susanto (tengah) didampingi Wakapolres Batang Kompol Gali Atmaja (kanan) dan Kasat Reskrim Polres Batang AKP Yorisa Prabowo (kiri) menunjukkan alat bukti pembunuhan mayat dalam karung dalam konferensi pers di Mapolres Batang, Rabu (20/7/2022). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, BATANG - Polres Batang menangkap pelaku pembunuhan mayat dalam karung di bawah Jembatan Sigorek, Desa Kumejing, Kecamatan Subah.

Kapolres Batang AKBP Erwin Susanto mengatakan, mayat beridentintas Waryanah (71), warga Desa Kluwih RT 03 RW 06, Kecamatan Pecalungan, Kabupaten Batang, itu dibunuh tetangga Waryanan berinisial C (33).

Menurut Erwin, C tega menghabisi nyawa Waryanah dan memasukkan mayatnya, kemudian membuang ke bawah Jembatan Sigorek, Senin (11/7/2022), lantaran sakit hati.

"Saat itu, tersangka akan mandi, kamar mandinya berada di belakang rumah dan tak sengaja bertemu korban," ungkap Erwin dalam konferensi pers di Mapolres Batang, Rabu (20/7/2022).

Baca juga: Hilang 2 Hari, Warga Pecalungan Batang Ditemukan Tewas di Dalam Karung. Ada Sejumlah Luka di Wajah

Baca juga: Pura-pura Alami Motor Mogok, Dua Pemuda di Batang Begal Warga. Ancam Korban Pakai Pistol Mainan

Keduanya bertemu di depan Rumah C. Saat itu, Waryanah dalam perjalanan mencari daun cengkih ke kebun-kebun milik warga.

Dalam pertemuan itu, C menegur Waryanah agar tidak membuang sampah di kebun rumah C.

Teguran tersebut memicu adu mulut di antara keduanya.

C yang tersulut emosi, seketika memukul tengkuk Waryanah menggunakan tangan kanan.

Pukulan itu membuat Waryanah ambruk tak sadarkan diri.

"Saat mengecek nadi, ternyata sudah tidak ada. Tersangka langsung panik dan mencari karung di rumah, kemudian memasukkan korban ke dalam karung tapi tidak cukup."

"Lalu, tubuh korban dipaksa masuk hingga muncul suara krek! hingga mematahkan tulang rusuk," ungkapnya.

Hasil forensik, ada patah tulang iga hingga menembus paru paru kanan.

"Jadi, meninggalnya antara dipukul atau patah tulang rusuk," imbuh Erwin.

C juga mengambil perhiasan emas yang dipakai Waryanah, yakni satu kalung, dua gelang, dan satu cincin.

Halaman
12
Sumber: Tribun Banyumas
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved