Berita Batang

Alhamdulillah, 5 dari 9 Nama Calon Siswa Baru SMAN 1 Batang Kembali Setelah Hilang dari Jurnal PPDB

Nasib siswa yang namanya mendadak hilang dalam jurnal zonasi PPDB online SMAN 1 Batang akhirnya menemukan kejelasan di menit-menit akhir penutupan.

Penulis: dina indriani | Editor: mamdukh adi priyanto
TRIBUNBANYUMAS/DINA INDRIANI
Orangtua calon siswa baru mendatangi SMA Negeri 1 Batang menemui komite sekolah, Kamis (7/7/2022). Mereka mengadukan dugaan kecurangaan setelah nama anak mereka, sembilan siswa, hilang dari jurnal PPDB tanpa ada pencabutan berkas pendaftaran. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, BATANG - Nasib siswa yang namanya mendadak hilang dalam jurnal zonasi PPDB online SMAN 1 Batang akhirnya menemukan kejelasan di menit-menit akhir penutupan.

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Jawa Tengah akhirnya memutuskan mengembalikan hak 5 calon peserta didik (CPD) dari 9 orang yang namanya hilang dalam jurnal zonasi PPDB online SMAN 1 Batang.

Keputusan pengembalian nama calon peserta didik SMAN 1 Batang itu dilakukan setelah Disdikbud Jateng menggelar rapat dengan Ombudsman, Inspektorat, Telkom dan Biro Hukum Setda Provinsi Jawa Tengah.

Sebelumnya, para orangtua siswa telah menemui ejabat di Disdikbud Jateng kemudian juga bertemu dengan Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo untuk mempertanyakan permasalahan tersebut.

Baca juga: Diduga Ada Peretasan, Nama 9 Calon Siswa Baru SMA Negeri 1 Batang Tiba-tiba Hilang dari Jurnal PPDB

Gubernur Jateng Ganjar Pranowo saat meninjau Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB)
Gubernur Jateng Ganjar Pranowo saat meninjau Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) (Istimewa)

Baca juga: Bertemu Ganjar, Orangtua Kini Tunggu Nasib Kasus Nama 9 Peserta PPDB SMAN 1 Batang Hilang Misterius

"Ada  dua hal pokok dalam keputusan itu.

Di antaranya, CPD harus dikembalikan haknya dan masalah ini bukan masalah ranah hukum tetapi masalah administratif," tutur Kepala SMAN 1 Batang, Sukalim kepada Tribunbanyumas.com, Jumat (8/7/2022).

Lebih lanjut, secara resmi yang mengadu hilangnya nama dari jurnal PPDB ada sebanyak delapan orang dan satu orang mengadu tapi tidak secara resmi, dan sudah mendapat sekolah di SMAN 3 Pekalongan.

"Dari aduan yang kami terima ada 8.

Dua anak sudah kami akomodasi di sini, satu anak sudah masuk di SMAN 3 Pekalongan sehingga hanya lima anak yang dikembalikan hak CPD-nya," ungkapnya.

Baca juga: Berbekal Kunci L, Warga Batang dan Kendal Bobol Toko dan Gondol Rokok Puluhan Bungkus

Dikatakannya, meski sudah dikembalikan hak CPD-nya lima anak tersebut tidak serta merta bisa diterima secara otomatis tapi tetap melalui tahapan sesuai petunjuk dari Disdikbud Jateng

"Secara teknis kami belum dijelaskan, tapi itu sudah diakomodasi dulu mudah-mudahan nanti teknis untuk data pokok pendidikan (Dapodik)-nya yang bertanggung jawab Disdikbud Jawa Tengah," imbuhnya.

Sukalim menyatakan hilangnya nama CPD PPDB Online di jalur zonasi karena kesalahan manusia atau human error. 

"Human error itu bisa dari anak-anak yang main-main atau salah pencet ketika panik di menit-menit akhir penutupan PPDB online.

Tapi untuk membuktikan pengakuan itu sulit karena berbagai kemungkinan juga bisa muncul yang hubungannya dengan sistem otomatis itu," terangnya.

Baca juga: Ssssttt! Lee Minho Nikahi Gadis Batang Jawa Tengah. Beri Mahar Apartemen hingga Berlian 15 Gram

Adapun dalam jejak digital yang menghilangkan 9 CPD PPDB online itu diketahui IP adress yang sama, dan saat ini masih kesulitan untuk membuktikannya.

"Ini sudah bukan ramah kami, karena kami tidak memiliki aplikasinya.

Seharusnya orang-orang yang berkepentingan ini yang sudah diakomodasi, hal itu tidak dilanjutkan, hanya saja mungkin perbaikan sistem nanti ke depannya," imbuhnya.

Sukalimin selaku Kepala SMAN 1 Batang meminta kepada orangtua CPD yang haknya sudah dikembalikan untuk bisa mencabut laporan di Kepolisian Polres Batang.

"Tuntutannya kan sudah selesai, jadi mohon bisa dicabut, dan buat pernyataan tidak ada tuntutan secara hukum," imbuhnya.

Baca juga: Polisi Buru Perampok Minimarket di Jalan Pantura Subah Batang, Kantongi Ciri-ciri dari Rekaman CCTV

Bertemu Ganjar

Nama sembilan calon siswa baru di SMA Negeri 1 Batang jalur zonasi mendadak hilang dari jurnal Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) online di detik-detik akhir penutupan pendaftaran, Jumat (1/7/2022).

Satu di antara orangtua sembilan calon siswa baru itu, Amarlina Cindani, mengatakan, nama anaknya masih ada di satu menit jelang penutupan PPDB SMA Negeri 1 Batang.

"Pada awal pukul 14.30 WIB, posisi anak saya di urutan 131. Lalu pada pukul 15.59 WIB, posisi anak saya di jurnal nomor 141 tapi saat penutupan hilang," tuturnya saat dihubungi melalui telepon, Rabu (6/7/2022).

Baca juga: Cegah Terkena Covid Jelang Keberangkatan, Jemaah Calon Haji Batang Diminta Batasi Pertemuan

Mengetahui hal itu, Jumat sore, dia langsung mendatangi SMAN 1 Batang.

Di sekolah, dia bertemu wali murid bernasib serupa.

Hasil konfirmasi, pihak sekolah juga mengetahui adanya pihak yang mengubah data siswa.

Hasil penelusuran sekolah, pilihan sembilan siswa itu diubah di detik-detik akhir penutupan PPDB online.

"Padahal, ya kami tidak ada yang mengubah sama sekali," ujarnya.

Data pilihan anak Amarlina dialihkan ke SMAN 2 Batang yang jelas tidak akan masuk jurnal.

Proses pengubahan itu berurutan mulai pukul 14.27 hingga 16.00.

"Kami juga melacak oknum yang mengubah data itu di IP Adress yang sama," imbuhnya.

Baca juga: Dua Perampok Satroni Minimarket di Subah Batang, Todongkan Pistol dan Siram Bensin ke Karyawan

Dia menduga, ada cyber crime dengan sabotase sistem online.

Amarlina pun sempat membuat aduan ke Polres Batang.

"Namun, kami butuh gerak cepat, kami ke pengurusnya (Disdikbud Jateng) dulu apakah bisa diselesaikan atau diubah sistemnya (sehingga diterima kembali)," jelasnya.

Orangtua siswa juga sempat menemui Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo untuk mempertanyakan perihal tersebut.(*)

Sumber: Tribun Banyumas
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved