Berita Semarang
Rumah Pensiunan Pegawai Kemenag Semarang Terbakar, Suara Api Melalap Kulkas Dikira Kucing
Rumah pensiunan pegawai Kemenag Kota Semarang di Jalan Nakula Raya Pendrikan Kidul Kota Semarang ludes terbakar, Kamis (7/7/2022).
Penulis: iwan Arifianto | Editor: rika irawati
TRIBUNBANYUMAS.COM, SEMARANG - Rumah tinggal pensiunan pegawai Kementerian Agama (Kemenag) Kota Semarang, Ahmad (70) di Jalan Nakula Raya RT 04 RW 01, Kelurahan Pendrikan Kidul, Kecamatan Semarang Tengah, Kota Semarang, ludes terbakar, Kamis (7/7/2022).
Kebakaran terjadi sekira pukul 03.00 WIB dan diketahui setelah Ahmad melakukan salat tahajud.
Api melalap lantai dua rumah berukuran 18x10 meter yang digunakan sebagai tempat tinggal.
Saat kejadian, rumah tersebut dihuni Ahmad dan istri, Sintari (70), serta seorang cucu berusia 10 tahun, yang duduk di kelas 5 SD.
"Iya, bapak tahu kebakaran setelah salat tahajud sekira pukul 03.00 sampai pukul 03.30," ujar anak pemilik rumah, Dinta, di lokasi.
Baca juga: Fakta PSIS Semarang Vs Arema FC: Tim Debutan Semifinal Lawan Tim 2 Kali Juara Piala Presiden
Baca juga: Setiap Rabu, Pegawai Pemkot Semarang Dilarang Naik Kendaraan Pribadi Ke Kantor. Apa Alasannya?
Menurut Dinta, kebakaran diketahui terjadi setelah Ahmad salat tahajud.
Saat itu, Ahmad mendengar suara gaduh dari arah kulkas yang berada di dekat kamar.
Kulkas berada di ruang makan lantai dua rumah tersebut.
"Bapak kira itu suara kucing, buka pintu kamar, terlihat kulkas sudah terbakar," tuturnya.
Ahmad kemudian mengajak istri dan cucunya menyelamatkan diri ke lantai satu dan keluar rumah.
Tak berapa lama, api merembet ke ruangan lain hingga seluruh bangunan di lantai dua ludes terbakar.
"Bapak berinisiatif masuk lagi untuk mematikan sambungan listrik rumah lewat garasi," tutur Dinta.
Ia mengatakan, bapaknya kemudian meminta tolong ke warga sekitar yang diteruskan ke Damkar Kota Semarang.
"Damkar kesulitan masuk ke sini karena wilayah sini memang kalau tidak biasa, bingung," terangnya.
Ia menyebut, Damkar tiba selepas 15 menit sampai 20 menit setelah kejadian. Ada empat unit damkar yang membantu pemadaman api.
"Hanya rumah orangtua saya yang terbakar, api tidak merembat ke rumah warga lain," jelasnnya.
Baca juga: 56 Warga Binaan Lapas Semarang Terima Asimilasi, Nuswan: Alhamdulillah Bisa Kumpul Keluarga Lagi
Baca juga: Alhamdulillah, Dana Transportasi Ketua RT dan RW di Kota Semarang Naik Rp 150 Ribu Mulai 2023
Api melumat bangunan lantai dua yang dijadikan sebagai tempat tinggal.
Sedangkan lantai satu, yang digunakan sebagai tempat usaha toko perlengkapan sekolah, tidak tersentuh api.
"Lantai dua habis, ada empat bangunan, tiga kamar ludes," kata Dinta.
Terkait kerugian, ia tak menyebut pasti.
Hanya saja surat berharga, tabungan, dan sejumlah perhiasan ikut menjadi abu.
"Semua kami kembalikan ke Allah, kami sudah ikhlas," ujarnya. (*)
Baca juga: Alhamdulillah, 268 Rumah di Purbalingga Kini Punya Jamban Pribadi Berkat Program SPALD-S
Baca juga: Bertemu Ganjar, Orangtua Kini Tunggu Nasib Kasus Nama 9 Peserta PPDB SMAN 1 Batang Hilang Misterius
Baca juga: 5 Orang Warga Pemalang Tersambar Petir, 3 Tewas! Ini Kronologinya
Baca juga: Jatuh dari Kapal, Nelayan di Logending Kebumen yang Hilang Sudah Ditemukan, Begini Kondisnya!
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banyumas/foto/bank/originals/kebakaran-rumah-pensiunan-kemenag-kota-semarang-kamis-772022.jpg)