Berita Banyumas

Harga Cabai Tembus Rp 90 Ribu/Kg, Dinperindag Banyumas Minta Warga Kurangi Konsumsi

Harga cabai rawit merah di Banyumas melambung hingga menyentuh angka Rp 90 ribu per kilogram.

Editor: rika irawati

TRIBUNBANYUMAS.COM, PURWOKERTO - Harga cabai rawit merah di Banyumas melambung hingga menyentuh angka Rp 90 ribu per kilogram.

Namun demikian, pihak Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Dinperindag) Kabupaten Banyumas mengaku tidak dapat berbuat banyak.

Kabid Perdagangan Dinperindag Kabupaten Banyumas Retno Wulandari mengatakan, saat ini, pihaknya terus melakukan pemantauan.

"Lawannya adalah alam, sarannya agar masyarakat mengurangi konsumsi cabai."

"Paling tidak, jangan panic buying, sudah tahu harga cabai mahal belinya banyak."

"Cabai juga tidak bisa bertahan lama," ujarnya, Jumat (10/6/2022).

Baca juga: Harga Cabai di Pasar Wage Purwokerto Banyumas Tembus Rp 90 Ribu/Kg, Pedagang Pastikan Pasokan Lancar

Baca juga: Berikut Daftar 9 SMA/SMK/MA di Banyumas Menurut BANSM

Baca juga: Baturrajazz Kembali Digelar di Bukit Bintang Baturraden Banyumas, Tiket Bisa Dibeli di Lokasi

Baca juga: Residivis Curanmor asal Purbalingga Beraksi Lagi, Gondol Motor Petani di Sumbang Banyumas

Pihaknya juga tidak bisa melakukan operasi pasar lantaran keterbatasan anggaran.

Informasi yang dia terima, beberapa tempat yang merupakan sentra cabai, semisal Wonosobo dan Temanggung, mengalami gagal panen.

Terutama, untuk cabai rawit.

Selama ini, kebutuhan cabai Kabupaten Banyumas memang tidak hanya dipasok pasar lokal tetapi juga dari dua wilayah tersebut.

"Mungkin, hujannya tidak terlalu sering tetapi di daerah lain kan masih (sering hujan)."

"Kita tidak mengandalkan cabai dari sini saja tetapi memang dari daerah lain," imbuhnya.

Seorang pedagang cabai di Pasar Wage Purwokerto, Sulistiono, mengatakan, pasokan cabai mulai tersendat sejak sepekan terakhir.

"Sudah sulit sejak sepekan yang lalu. Otomatis, daya beli masyarakat juga berkurang. Misalnya dari yang beli satu kilo menjadi paling beli setengah kilo saja," katanya.

Baca juga: Berpisah dengan PSIS Semarang, Komarodin Sampaikan Pesan Ini kepada Suporter Mahesa Jenar

Baca juga: Siap-siap! Rekruitmen PPPK Guru 2022 Segera Dibuka, Ini Prioritasnya

Baca juga: Waspada! Subvarian Omicron BA.4 dan BA.5 Sudah Masuk Indonesia, Terdeteksi Awal di Bali

Baca juga: Bawaslu Kota Semarang Buka Lowongan Pengawas Pemilu 2024, Pendaftaran Sudah Dibuka

Menurutnya, intensitas hujan yang tinggi membuat banyak petani cabai gagal panen, seperti halnya para petani bawang.

"Itu juga terjadi pada bawang merah putih, tomat juga."

"Hampir setiap tahunnya ada fenomena seperti itu dan terjadi diberbagai daerah," imbuhnya. (*)

Sumber: Tribun Banyumas
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved