Berita Kendal

Kesal Dicerai, Pria di Brangsong Kendal Aniaya Mantan Istri dan Bayi

Ibu muda berinisial RS, warga Brangsong, Kendal, tak menyangka, mantan suaminya, DH alias Codot (31), tega melukai bayinya berinisial MAM.

Penulis: Saiful Ma'sum | Editor: rika irawati
TRIBUNBANYUMAS/SAIFUL MA'SUM
DH alias Codot (31) saat diamankan Satreskrim Polres Kendal karena menganiaya mantan istri dan seorang bayi di Brangsong, Kendal, Rabu (1/6/2022). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, KENDAL - Ibu muda berinisial RS, warga Brangsong, Kendal, tak menyangka, mantan suaminya, DH alias Codot (31), tega melukai bayinya berinisial MAM.

Wanita 27 tahun ini pun meminta polisi memberi hukuman setimpal kepada DH.

Menurut RS, DH tak hanya melukai si bayi tetapi juga RS. Penganiayaan dilakukan menggunakan pisau.

RS mengaku, selama menjadi istri DH beberapa tahun lalu, dia sering mendapatkan tindak kekerasan.

Begitu pula anak kandung keduanya yang kini tinggal bersama RS.

"Setelah melukai saya dan anak saya (dari suami sekarang, Red), dia (DH) langsung kabur. Saya ingin dia dihukum seberat-beratnya," ungkap RS saat ditemui di rumahnya, Rabu (1/6/2022).

Baca juga: Siswa SMA di Kendal Penasaran Cerita Hidup Machmudi Hariono yang Pernah Ikut Jaringan Teroris

Baca juga: Terungkap Cara Anak Bunuh Ibu Kandung di Cepiring Kendal: Lepas Selang Oksigen saat di Puskesmas

Baca juga: 4 Bulan Diburu, Polisi Tangkap Pembunuh Nenek di Cepiring Kendal. Ternyata, Pelaku Anak Korban

Baca juga: Berkah Syawalan di Kendal: Ratusan Lontong Opor dan Soto Dibagikan Gratis saat Haul Wali Gembyang

Saat ini, DH telah diamankan polisi. Kepada polisi, DH mengaku jengkel dan emosi karena RS menceraikannya.

Dia berdalih, tidak ada niatan sama sekali melukai mantan istrinya tersebut dan bayi RS.

"Spontan saja karena saya jengkel dan emosi. Setelah kejadian, saya langsung pulang," aku dia.

Sementara itu, Kasatreskrim Polres Kendal AKP Daniel Artasasta Tambunan mengungkapkan, pihaknya juga telah mengamankan senjata tajam yang digunakan DH untuk melukai RS dan bayinya.

Dia memastikan, hasil penyelidikan dan penyidikan menunjukkan bahwa motif DH melukai mantan istri dan bayi tersebut karena sakit hati digugat cerai.

"Hasil putusan gugatan cerai sudah keluar beberapa waktu lalu. Pelaku sakit hati dan melukai kedua korban," tuturnya.

Kasus penganiayaan itu terjadi pada Senin (23/5/2022), dua pekan lalu, di rumah RS di Desa Sumur, Brangsong.

Aksi tersebut dilakukan DH dengan modus ingin menjenguk putra kandungnya yang kini tinggal bersama RS.

DH diamankan polisi pada Rabu (25/5/2022), saat bersembunyi di Perumahan Pondok Brangsong, Desa Sidorejo.

Daniel mengatakan, DH dijerat Pasal 351 Ayat (2) KUHP tentang Penganiayaan dengan Luka Berat dan Pasal 76C jo Pasal 80 Ayat (2) Undang-undang Republik Indonesia Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan atas Undang-undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman penjara maksimal 5 tahun dan atau denda paling banyak Rp 100 juta. (*)

Baca juga: Api Muncul saat Mengisi BBM di SPBU Ungaran Kebumen, Mobil Mitsubishi Hangus Terbakar

Baca juga: 16 Penggambar Pamerkan 32 Karya di Purbalingga, Wendro: Kami Ingin Kesenian Jadi Klangenan Warga

Baca juga: Mulai Pekan Depan, Dua Pasar Hewan di Banyumas Ditutup Sementara untuk Cegah Penularan PMK

Baca juga: Alhamdulillah, Utang Rp 150 Miliar Pemkab Blora ke Bank Jateng Disetujui. 15 Ruas Jalan Bakal Mulus

Sumber: Tribun Banyumas
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved