Berita Jepara
Masalah Stunting dan Anak Putus Sekolah Jadi PR Penjabat Bupati Jepara
Menurutnya, ada dua pekerjaan rumah yang harus segera ditangani Penjabat Bupati Jepara, yakni stunting dan anak putus sekolah.
Penulis: Muhammad Yunan Setiawan | Editor: mamdukh adi priyanto
TRIBUNBANYUMAS.COM, JEPARA - Edy Supriyanta resmi menjadi Penjabat (PJ) Bupati Jepara.
Ia mengisi posisi yang ditinggalkan Dian Kristiandi.
Masa jabatan Bupati Jepara telah habis.
Namun demikian, pemilihan kepala daerah (pilkada) selanjutnya akan diselenggarakan pada 2024.
Oleh karena itu, untuk mengisi kekosongan jabatan, diisi penjabat bupati.
Baca juga: Edarkan Sabu di Jepara, Warga Karimunjawa Ditangkap
Baca juga: Membanggakan! Atlet Downhill Jepara Andy Yoga Sumbang Perak untuk Indonesia di SEA Games 2021
Serah terima jabatan dilaksanakan di Pendopo RA Kartini, Selasa (24/5/2022).
Setelah resmi mengemban tugas sebagai orang nomor satu Jepara.
Ada beberapa pekerjaan rumah yang harus diselesaikan oleh Edy Supriyanta.
Hal ini diungkapkan Dian Kristiandi.
Baca juga: Usai Warga Karimunjawa Jepara Ditangkap Karena Edarkan Sabu, Polda Jateng Buru Bandar Warga Semarang
Baca juga: Kasus Pengeroyokan dan Pembunuhan Warga di Jepara, Polisi Masih Berjaga Antisipasi Serangan Balasan
Menurutnya, ada dua pekerjaan rumah yang harus segera ditangani Penjabat Bupati Jepara, yakni stunting dan anak putus sekolah.
"Persoalan stunting yang harus dilakukan penyelesaiannya.
Angka putus sekolah yang sudah kami upayakan nanti menjadi pekerjaan rumah pak penjabat.
Harapannya (Pj Bupati Jepara) terus mendukung persoalan pendidikan," kata Andi, sapaan Dian Kristiandi saat ditemui awak media.
Baca juga: Alhamdulillah, Calon Jemaah Haji Jepara Bakal Berangkat ke Mekkah Mulai Awal Juni
Baca juga: Lagi! Bentrok Pemuda Usai Pentas Dangdut di Jepara, Dua Orang Terluka
Selain itu, Andi juga mengakui angka kemiskinan masih belum teratasi.
Menurutnya, target Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2017-2022 sebesar 8 persen.
Sementara hingga 2021 baru mencapai 7, 44 persen.
Andi menyebut capaian itu tidak buruk mengingat selama 2 tahun ini dihantam pandemi Covid-19.
Selain itu, di tingkat Provinsi Jawa Tengah, Kota Ukir menempati urutan tiga terbawah di antara kabupaten-kota.(*)
Baca juga: Pemuda Muryolobo Jepara Tewas Ditebas Parang seusai Nonton Dangdut, Begini Cerita Warga
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banyumas/foto/bank/originals/penjabat-bupati-jepara-serah-terima-jabatan.jpg)