Longsor Cilacap

PVMBG Ungkap Potensi Longsor Susulan di Kutabumi Cilacap, Warga Disarankan Bertahan di Pengungsian

PVMBG mengungkapkan adanya potensi longsor susulan di Desa Kutabumi, Kecamatan Cimanggu, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah.

Editor: rika irawati
KOMPAS.COM/DOK BPBD CILACAP
Tim gabungan membersihkan material longsor menggunakan ekskavator di Dukuh Citulang, Desa Kutabima, Kecamatan Cimanggu, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, Rabu (6/4/2022). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, CILACAP - Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mengungkapkan adanya potensi longsor susulan di Desa Kutabumi, Kecamatan Cimanggu, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah.

Terkait hal ini, warga diharapkan tetap bertahan di tempat pengungsian.

Hal ini disampaikan setelah tim PVMBG memeriksa lokasi longsor di Desa Kutabumi, Senin (11/4/2022).

Analis Kebencanaan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Cilacap Gatot Arif Widodo mengatakan, berdasarkan kajian sementara PVMBG, longsor susulan di wilayah tersebut masih berpotensi terjadi, terutama di titik paling timur.

"Tim PVMBG mengimbau masyarakat memperhatikan prakiraan cuaca dari BMKG agar lebih waspada terhadap kemungkinkan terjadinya longsor," kata Gatot, Selasa (12/4/2022), dikutip dari Kompas.com.

Baca juga: 100 Korban Longsor Kutabima Cilacap Masih Bertahan di Tempat Pengungsian, Mulai Terserang Penyakit

Baca juga: Update Tanah Longsor Kutabima Cilacap: Infrastruktur Air Bersih Disiapkan, Pengungsi Mulai Berkurang

Baca juga: Tujuh Polsek di Cilacap Punya Pimpinan Baru, Berikut Daftarnya

Baca juga: Terpeleset ke Laut, Pemancing di Tebing Jungur Monyet Nusakambangan Cilacap Hilang sejak Minggu

Tim PVMBG juga mengimbau agar ketika hujan turun, warga yang berada dalam zona rawan segera mencari tempat yang aman.

Menurut Gatot, tim PVMBG memandang perlu adanya relokasi rumah warga yang rusak terdampak longsor dan rumah warga yang berada tidak jauh dari area tebing.

"Untuk itu, masyarakat agar tetap bertahan di pengungsian sampai dikeluarkanya hasil kajian secara tertulis oleh tim PVMBG," imbau Gatot.

Selain itu, tim PVMBG juga mengimbau untuk mengubah lahan pertanian di atas tebing yang berpotensi longsor.

Perubahan yang dimaksud adalah peralihan dari pertanian basah (sawah) menjadi lahan pertanaian kering dan tidak membuat kolam di daerah tersebut.

"Perlu pembenahan pembuangan saluran air di atas supaya air tidak masuk ke tanah yang sudah retak untuk mengurangi terjadinya longsor susulan," jelas Gatot.

Baca juga: Panser Biru Ingin Tak Ada Friksi saat Derby Jateng, Galih Ndog: Ayo Kita Nikmati Sepak Bola Bersama

Baca juga: Tertangkap saat Perang Sarung, Empat Remaja di Klirong Kebumen Diamankan

Baca juga: Sambut Pemudik, Terminal Bukateja Purbalingga Siapkan Rest Area di Lantai Dua

Baca juga: Harga Emas Antam di Pegadaian Pagi Ini, Rabu 13 April 2022: Rp 1.037.000 Per Gram

Diberitakan sebelumnya, bencana tanah longsor melanda Desa Kutabima, Kecamatan Cimanggu, Kabupaten Cilacap, Kamis (31/3/2022) malam.

Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa itu namun 71 rumah yang ditinggali 75 kepala keluarga (KK) atau sekitar 213 jiwa terdampak.

Sebanyak 121 jiwa dilaporkan mengungsi ke tempat yang lebih aman. (*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Tinjau Lokasi Longsor Cilacap, Ini Hasil Kajian Sementara PVMBG".

Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved