Berita Kudus
Terjebak Macet Gara-gara Bus Tamu Museum Jenang, Bupati Kudus Minta Pengelola Buat Tempat Parkir
Bupati Kudus Hartopo kesal lantaran terjebak macet selama 15 menit saat melintas di Jalan Sunan Kudus, Sabtu (2/4/2022).
TRIBUNBANYUMAS.COM, KUDUS - Bupati Kudus Hartopo kesal lantaran terjebak macet selama 15 menit saat melintas di Jalan Sunan Kudus, Sabtu (2/4/2022).
Usut punya usut, kemacetan dipicu keberadaan 14 bus pariwisata yang parkir di tepi jalan tersebut.
Bus-bus pariwisata itu mengangkut rombongan yang berkunjung ke Museum Jenang milik perusahaan besar jenang di Kudus, Mubarok Food, yang ada di tepi jalan tersebut.
Padahal, secara ukuran, jalur tersebut tak terlalu lebar.
Terkait hal ini, Hartopo langsung menginstruksikan anak buahnya mengurai kemacetan dan meminta pengelola museum menyiapkan kantong parkir.
Hal ini dibenarkan Bagian Umum Mubarok Food Hesti Trihartanto.
Baca juga: Ramadhan 2022, Jadwal Imsak dan Buka Puasa Kabupaten Kudus Selasa 5 April 2022
Baca juga: Kudus Mulai Berangkatkan Jemaah Umrah, Selama Awal Tahun 2022 Sudah Ada 2 Rombongan ke Tanah Suci
Baca juga: Suami Anggota DPRD Kudus Dikeroyok setelah Ingatkan agar Tak Ada Mobilisasi Warga di Pilkades
Baca juga: Rugi Rp 2,5 Miliar di Binomo, Remaja di Kudus Laporkan Crazy Rich Indra Kenz ke Polda Jateng
Menurut Hesti, peristiwa itu terjadi pada Sabtu, bertepatan dengan banyaknya pengunjung Museum Jenang.
"Waktu itu, 14 bus wisata datang bersamaan jadi membuat macet. Kebetulan, Pak Bupati melintas, macet sampai seperempat jam. Padahal, biasanya, kalau akhir pekan itu hanya 10 bus per hari," jelas dia, usai menggelar rapat koordinasi, Senin (4/4/2022).
Setelah kejadian itu, pihaknya berkoordinasi bersama lintas organisasi perangkat daerah (OPD).
Pihaknya bersedia menyediakan kantong parkir yang lokasinya di belakang Museum Jenang, seluas 2.000 meter persegi.
Dengan luas tersebut, diperkirakan, dapat menampung sebanyak 10 bus pariwisata.
"Lahan ini sudah dimiliki sebelum Covid-19, yang semula untuk parkir karyawan akan dialihkan untuk parkir bus," jelasnya.
Kendati demikian, kata dia, masih ada kendala pada akses masuk jalan karena keberadaan tiga pedagang kaki lima (PKL) di jalur tersebut.
Karena itu, pihaknya meminta Pemerintah Desa (Pemdes) Glantengan, Kecamatan Kota, Kabupaten Kudus, membantu mediasi.
Pihaknya bersedia menyediakan lahan di dalam kawasan parkir itu untuk para pedagang berjualan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banyumas/foto/bank/originals/kepala-dinas-perhubungan-kudus-cek-kantong-parkir-museum-jenang-senin-442022.jpg)