Berita Banyumas

Wisudawan Terbaik UIN Saizu Purwokerto Punya Segudang Prestasi, Adhitya: Sarjana Harus Bermanfaat

Dinobatkan sebagai wisudawan terbaik UIN Saizu Purwokerto, Adhitya Ridwan Budhi Prasetyo Nugroho punya komitmen berkontribusi bagi masyarakat.

Penulis: Imah Masitoh | Editor: rika irawati
TRIBUNBANYUMAS/IMAH MASITOH
Adhitya Ridwan Budhi Prasetyo Nugroho dinobatkan sebagai wisudawan terbaik dalam Wisuda Sarjana ke-52 UIN Saizu Purwokerto periode Maret, Rabu (30/3/2022). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, PURWOKERTO - Adhitya Ridwan Budhi Prasetyo Nugroho dinobatkan sebagai wisudawan terbaik Universitas Islam Negeri (UIN) Prof KH Saifuddin Zuhri Purwokerto pada Wisuda Magister ke-19 Sarjana ke-52 periode Maret, Rabu (30/3/2022).

Mahasiswa Bimbingan Konseling Islam (BKI) Fakultas Dakwah angkatan 2018 ini meraih indeks prestasi kumulatif (IPK) nyaris sempurna, 3,92, dan menyelesaikan masa studi 3 tahun 4 bulan.

"Alhamdulillah, berkat doa ibu saya dan motivasi dari dosen, saya bisa lulus," ucap Adhit ditemui seusai acara wisuda, Rabu.

Adhitya mengatakan, prestasi ini tak didapat secara mudah. Apalagi, di awal masa perkuliahan, dia harus belajar menyesuaikan diri dengan lingkungan kampus berbasis pendidikan agama Islam.

Pasalnya, meski sempat mengenyam pendidikan di Pondok Pesantren Al Ittihad Pasir Kidul Purwokerto, Adhitya merupakan lulusan sekolah umum jenjang menengah atas.

"Saat semester 1, butuh penyesuaian karena saya dari sekolah umum," terangnya.

Baca juga: Sah, IAIN Purwokerto Ganti Nama Jadi UIN Saizu Purwokerto

Baca juga: Warga Masih Mengeluh Minyak Goreng Langka, Bupati Banyumas Bentuk Satgas Pemantau Distribusi

Baca juga: Pemekaran Provinsi Banyumas Raya, Apa Kata Para Akademisi?

Baca juga: Harga Kebutuhan Pokok di Pasar Manis Purwokerto Merangkak Naik, Telur Ayam Tembus Rp 26 Ribu/Kg

Selama masa pendidikan, waktu yang dimiliki juga tak sepenuhnya didedikasikan untuk belajar.

Pemuda kelahiran 17 November 2000 tersebut harus mencari pekerjaan paruh waktu guna membiayai pendidikannya.

"Saya dari keluarga biasa, pernah jadi marbot masjid, cari dana kerja sana sini buat biaya kuliah," ungkap Adhit.

Adhit memang punya prinsip tidak mau menyerah dengan satu keadaan. Dia pun berjuang agar bisa bertahan dalam menjalani pendidikan.

Halaman
123
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved