Berita Purbalingga

Ingin Berwisata Alam sambil Belajar? Datang Saja The Samingah Wised Purbalingga, Ada 9 Pos Menarik

Objek wisata The Samingah Wised di Desa Limbasari, Kecamatan Bobotsari, Purbalingga, diresmikan, Sabtu (26/3/2022).

Penulis: Permata Putra Sejati | Editor: rika irawati
TRIBUNBANYUMAS/DOK HUMAS PEMKAB PURBALINGGA
Asisten Ekonomi dan Pembangunan Sekda Purbalingga Agus Winarno saat meresmikan Objek wisata The Samingah Wised Desa Limbasari, Kecamatan Bobotsari, Sabtu (26/3/2022). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, PURBALINGGA - Asisten Ekonomi dan Pembangunan Sekda Purbalingga Agus Winarno meresmikan objek wisata The Samingah Wised di Desa Limbasari, Kecamatan Bobotsari, Sabtu (26/3/2022).

Peresmian ditandai dengan membunyikan alat musik calung bersama dan pemotongan tumpeng.

Pendiri The Samingah Wised Masnaryo mengungkapkan, The Samingah Wised merupakan tempat wisata edukasi.

Menurutnya, wisata ini didirikan guna menyempurnakan program belajar mengajar di sekolah.

"Lewat metode bergembira sambil belajar maka kehadiran The Samingah Wised ini akan menyempurnakan proses belajar mengajar," ungkapnya dalam rilis yang diterima, Minggu (27/3/2022).

Baca juga: Limbasari Purbalingga Punya Tempat Wisata Baru. Diber Nama Madep Gunung, Berkonsep Rest Area

Baca juga: Satpol PP Purbalingga Sita 161 Botol Miras, Diamankan dari Lima Lokasi saat Razia Pekat

Baca juga: Pura-pura Tanya Pakaian, Sopir Angkutan di Purbalingga Gasak Ponsel di Tempat Penatu

Baca juga: Polres Purbalingga Bagikan BLT Kepada 6000 PKL dan Nelayan, Setiap Orang Terima Rp 600 Ribu

Lewat konsep tematik yang sesuai pembelajaran di sekolah, The Samingah Wised menyiapkan sembilan pos edukasi.

Setiap pos didampingi satu orang guru dan asisten-asisten yang berpengalaman.

"Ada sembilan pos permainan, hampir seluruhnya terdapat muatan-muatan edukasi," katanya.

Pos pertama, tangga 99, yang terdiri dari 99 anak tangga yang setiap tangganya memuat keterangan asmaul husna.

Pos kedua, Dome Museum Tani Indonesia. Pos Ketiga, pertanian lahan basah atau sensasi menanam padi dengan segala teorinya.

Pos keempat, pertanian lahan kering. Pos kelima, budidaya ikan. Pos Keenam, bermain tangkap ikan liar di sungai. Dan Pos Ketujuh, Paintball.

"Paint ball atau perang-perangan ini sebagai media belajar sejarah, bagaimana perjuangan menghadapi penjajah," imbuhnya.

Pos Kedelapan, wisata alam berupa mini tubing memanfaatkan aliran irigasi konstruksi peninggalan kolonial.

Pos Kesembilan, berenang dengan fasilitas tiga kolam renang, termasuk mendapat pendampingan cara berenang yang baik dari guru.

"Kami berusaha hi tech. Di setiap pos terdapat barcode yang bisa discan, kemudian akan muncul informasi pengetahuan-pengetahuan yang terkait langsung dengan pos tersebut sehingga murid tidak perlu mencatat di kertas," ujarnya.

Baca juga: Berkumpul di Gor Satria Purwokerto, Relawan Jokowi Banyumas Nyatakan Dukungan hingga 2024

Baca juga: Berdiri Sejak 1980, Bioskop Rajawali Purwokerto Terus Eksis Menjawab Tantangan Zaman dan Krismon

Baca juga: Warsidi, Mantan Bek Tangguh Timnas Asal Welahan Jepara

Baca juga: Mantan Menteri Kesehatan Terawan Dipecat dari IDI dalam Muktamar di Aceh, Ini Lima Poin Alasannya

Halaman
12
Sumber: Tribun Banyumas
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

Memulai Sebuah Purwokerto

 
© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved