Berita Purbalingga
Limbasari Purbalingga Punya Tempat Wisata Baru. Diber Nama Madep Gunung, Berkonsep Rest Area
Pemerintah Desa Limbasari, Kecamatan Bobotsari, Kabupaten Purbalingga, membuat tempat wisata baru berkonsep rest area yang dinamai 'Madep Gunung'.
Penulis: Permata Putra Sejati | Editor: rika irawati
TRIBUNBANYUMAS.COM, PURBALINGGA – Pemerintah Desa Limbasari, Kecamatan Bobotsari, Kabupaten Purbalingga, membuat tempat wisata baru berkonsep rest area yang dinamai 'Madep Gunung' di kompleks depan Kantor Balai Desa.
Rest area ini diresmikan Asisten Ekonomi dan Pembangunan Sekda Agus Winarno yang ditandai dengan pengguntingan pita dan pemotongan tumpeng, Sabtu (26/3/2022).
Kepala Desa Limbasari Halimah mengatakan, rest area ini terwujud berkat Bantuan Keuangan Khusus (BKK) 2021 Pemprov Jateng senilai Rp 500 juta.
Bantuan tersebut memang ditujukan bagi pengembangan desa wisata di Jateng.
Halimah mengatakan, Madep Gunung menyajikan tempat istirahat dan aneka produk UMKM lokal, termasuk produk khas berupa batik Limbasari, kopi, aneka kuliner nasi rempah, dan olahan belut.
Baca juga: Satpol PP Purbalingga Sita 161 Botol Miras, Diamankan dari Lima Lokasi saat Razia Pekat
Baca juga: Pura-pura Tanya Pakaian, Sopir Angkutan di Purbalingga Gasak Ponsel di Tempat Penatu
Baca juga: Polres Purbalingga Bagikan BLT Kepada 6000 PKL dan Nelayan, Setiap Orang Terima Rp 600 Ribu
Baca juga: Berikut Ini Titik Jalan Berlubang yang Harus Diwaspadai di Purbalingga
Seperti namanya, Madep Gunung, rest area ini menghadap ke Gunung Slamet dan Bukit Plana.
Sehingga, pengunjung dapat menikmati hamparan perbukitan tersebut sambil beristirahat atau menikmati kuliner.
Menurut Halimah, rest area ini juga berfungsi sebagai tempat transit bagi wisatawan yang akan mengunjungi objek wisata lain di Limbasari.
"Desa Limbasari memiliki beberapa ikon wisata, misalnya wisata alam Patrawisa, pertapaan atau petilasan Tunggul Wulung, wisata air arung jeram atau river tubing di aliran Sungai Tungtunggunung."
"Selain itu, ada situs purbakala produksi gelang batu, air terjun Uncang-uncang di Gunung Plana, dan juga ada cerita rakyat makam Putri Ayu Limbasari dan Samingah Wised milik putera Desa Limbasari," jelasnya dalam rilis yang diterima, Minggu (27/3/2022).
Anggota Komisi B DPRD Provinsi Jawa Tengah Muklis Sag mengungkapkan, bantuan dari Provinsi Jawa Tengah ini diberikan kepada Desa Limbasari karena termasuk Desa Wisata Berkembang.
"Jadi, kalau desa wisata berkembang, kami alokasikan bantuan Rp 500 juta. Kalau desa wisata rintisan, Rp 100 juta, dan kalau desa wisata maju, Rp 1 miliar."
"Periode 2021, kami berikan ke Desa Karangreja, Tlahab, Sangkanayu, Pepedan, Onje, Limbasari, dan Karangcegak. Total hampir Rp 2,5 miliar," imbuhnya.
Baca juga: Berdiri Sejak 1980, Bioskop Rajawali Purwokerto Terus Eksis Menjawab Tantangan Zaman dan Krismon
Baca juga: Warsidi, Mantan Bek Tangguh Timnas Asal Welahan Jepara
Baca juga: Mantan Menteri Kesehatan Terawan Dipecat dari IDI dalam Muktamar di Aceh, Ini Lima Poin Alasannya
Baca juga: Musrenbang Kebumen 2023: Kemiskinan Masih Tinggi 17,83 Persen, Pemerintah Fokus Pemulihan Ekonomi
Asisten Ekonomi dan Pembangunan Sekda Agus Winarno berpesan agar pengembangan wisata di Limbasari memperhatikan Sapta Pesona atau tujuh keunggulan yang harus dimiliki daya tarik wisata, di antaranya Keamanan, Ketertiban, Kebersihan.
"Jadi, daya tarik wisata harus bersih. Kalau baru, pasti bersih. Tapi diuji kebersihannya kalau sudah setahun, dua tahun, sampah mulai menumpuk di pojokan sana (misalkan)."
"Jadi, harus bersih, bersih fisiknya, bersih pikirannya, bersih suasananya," katanya.
Ia menambahkan, Sapta Pesona selanjutnya yaitu Kesejukan, Keindahan, Keramahan, dan Kenangan.
Ia mengatakan, Desa Limbasari merupakan desa yang pantas dibantu pendanaan untuk pengembangan wisata.
Hal ini mengingat masyarakatnya sudah ada inisiatif mengembangkan dan punya potensi. (Tribunbanyumas/jti)