Berita Purbalingga

Waspada! Anak Batuk Berdahak Lebih dari 2 Pekan Disertai Penurunan Nafsu Makan Bisa Jadi Tanda TBC

Kabupaten Purbalingga menargetkan terbebas dari Tuberkulosis (TB) pada 2028 mendatang.

Penulis: Permata Putra Sejati | Editor: rika irawati
ISTIMEWA/DOK HUMAS PEMKAB PURBALINGGA
Koordinator Jabatan Fungsional Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular (JF P2PM) Dinkes Purbalingga, Aji Sumbodo saat acara dialog di Radio Gema Soedirman, Kamis (24/2/2022). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, PURBALINGGA - Tuberkolosis (TB) bisa menginfeksi dewasa maupun anak. Pada anak, batuk berdahak lebih dari dua pekan disertai berkurangnya nafsu makan bisa menjadi satu di antara tanda anak terinfeksi TB.

Terkait penyakit ini, Kabupaten Purbalingga pun menargetkan wilayah tersebut bisa terbebas dari Tuberkolosis (TB) pada 2028 mendatang. Hal itu sesuai target Jawa Tengah pada tahun 2028.

Berdasarkan rilis yang diterima, Jumat (25/3/2022), pada tahun 2021, tercatat ada 10.203 warga Purbalingga terduga TB.

Hasil skrining yang dilakukan, didapati sebanyak 1.043 orang terkena TB.

Hal ini disampaikan Koordinator Jabatan Fungsional Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular (JF P2PM) Dinkes Purbalingga, Aji Sumbodo, saat dialog di Radio Gema Soedirman, Kamis (24/3/2022).

Aji mengatakan, pihaknya terus melakukan langkah-langkah untuk menyukseskan zero TB di tahun 2028.

Baca juga: Pura-pura Tanya Pakaian, Sopir Angkutan di Purbalingga Gasak Ponsel di Tempat Penatu

Baca juga: Polres Purbalingga Bagikan BLT Kepada 6000 PKL dan Nelayan, Setiap Orang Terima Rp 600 Ribu

Baca juga: Berikut Ini Titik Jalan Berlubang yang Harus Diwaspadai di Purbalingga

Baca juga: Atlet Taekwondo Kembali Harumkan Nama Purbalingga, Boyong Delapan Medali Emas

Kegiatan yang dilakukan di antaranya, mengampanyekan Gerakan Membara Purbalingga Temukan Obati Sampai Sembuh Penderita TB (Gempur TOSS TB).

"Kegiatan itu melibatkan 44 desa di setiap puskesmas se-Purbalingga."

"Kemudian, juga melakukan siaran sosialisasi di radio dan pembuatan spanduk di masing-masing pelayanan kesehatan, serta melakukan rapat lintas sektoral dalam rangka penanganan TB," kata Sumbodo.

Sementara, spesialis anak dari RSUD R Goeteng Tarunadibrata dr Adrian Budi Kusuma mengatakan, Purbalingga bisa zero kasus TB pada anak, di tahun 2030, sebagaimana target nasional.

Pengobatan sedini mungkin dan minum obat secara teratur merupakan satu di antara upaya menekan kasus TB.

"Untuk TBC ringan, pengobatan selama enam bulan dan untuk TB ekstra paru berat (TB otak, TB tulang), selama 12 bulan," ujarnya dalam acara yang sama.

Selain pengobatan, upaya pencegahan juga harus dilakukan, di antaranya lewat vaksin BCG yang bermanfaat mencegah sakit TB, terutama TB karegori berat.

Adrian pun meminta orangtua segera membawa anak ke dokter bila anak berkontak erat dengan pasien TB paru dewasa.

Baca juga: Peziarah Meningkat Jelang Ramadan, Pedagang Bunga Tabur di Kedungwuluh Banyumas Panen Untung

Baca juga: Menikmati Deburan Ombak Pantai Indah Widarapayung Cilacap dari Atas Kuda? Siapa Takut!

Baca juga: Banjir di Sumpiuh Banyumas Surut, Warga di Pengungsian Mulai Dipulang ke Rumah

Baca juga: Perih! PSIS Semarang Alami Kekalahan Terbesar Sepanjang Musim 2021/2022, Dibantai Persipura 4-0

Pemeriksakan ke dokter perlu dilakukan untuk memastikan anak tidak tertular TB.

"TB bukan penyakit turunan namun bisa menular. TB ditularkan, satu di antaranya, melalui percikan air ludah."

"Virus bisa masuk ke pernapasan kita dan ke paru-paru, yang akhirnya menyebabkan infeksi dalam tubuh kita, yang di sini, kalau kita tidak kuat maka bisa langsung TB," katanya.

Adrian menambahkan, orangtua perlu mewaspadai saat anak mengalami batuk berdahak lebih dari dua pekan, berat badan tidak mau naik, lemas tidak bertenaga, serta nafsu makan tidak ada. Hal ini bisa menjadi gejala TB.

"Segara lakukan pemeriksaan lebih lanjut dengan rontgen dan pemeriksaan lain," kata dia.

Dia juga meminta orangtua menjauhkan anak dari orang dewasa yang tengah terinfeksi TB. Adrian mengatakan, anak yang telah sembuh dari TB bisa kembali tertular TB.

"TB harus segera diobat karena kalau tida, bisa merembet ke ginjal. Pasian akan mengalami kejang-kejang dan mengakibatkan ke ekstra paru dan bisa berakibat meninggal dunia," tambahnya. (Tribunbanyumas/jti)

Sumber: Tribun Banyumas
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved