Banjir Banyumas
Korban Banjir Desa Kuntili Banyumas Mulai Mengeluh Gatal dan Pusing, Petugas Puskesmas Turun Tangan
Warga terdampak banjir di Desa Kuntili, Kecamatan Sumpiuh, Kabupaten Banyumas, mulai mengeluhkan gatal dan pusing di tengah banjir.
Penulis: Imah Masitoh | Editor: rika irawati
Terkait kondisi kesehatan warga, Dinas Kesehatan Kabupaten Banyumas dibantu Puskesmas Sumpiuh 1 mengadakan pengobatan gratis bagi koran banjir Kuntili, Jumat.
Total, ada 60 warga yang mengeluhkan sakit. Kebanyakan warga mengeluh sakit gatal-gatal dan pusing.
"Ada pengobatan gratis, tadi, dari pukul 08.00 WIB sampai 12.30 WIB," imbuh Salamun.
Tak hanya itu, pihak puskesmas juga memberi bantuan evakuasi ke tempat lebih aman kepada warga lansia dan ibu hamil.
Baca juga: Jual Obat Psikotropika Tanpa Resep Dokter, Pemuda asal Bobotsari Purbalingga Diamankan Polisi
Baca juga: Anggota TNI Babak Belur Dihajar Preman di Depan Terminal Mangkang Gara-gara Tolak Tawaran Jasa Taksi
Baca juga: Sambut Ramadan, DKD Demak Gelar Umbul Dungo Apeman Rakyat. Ratusan Apem Dibagikan ke Warga
Baca juga: Polisi Tangkap Pembunuh Wanita di Bawah Tol Semarang Banyumanik: Seorang Nakes, Bunuh Ibu dan Anak
Pihak puskesmas juga memberikan bantuan makanan untuk ibu hamil, guna memastikan mereka memperoleh gizi yang baik selama banjir melanda.
"Pihak Puskesmas menawarkan untuk dilakukan evakuasi kepada ibu hamil, bila berkenan. Apabila nanti banjir bertambah besar, diimbau untuk cepat menghubungi puskesmas guna dilakukan evakuasi ke tempat yang aman," jelas Jeminah, bidan pembina di wilayah Kuntili.
Banjir di Desa Kuntili kali ini, menurut warga, terbesar sejak sejak tahun 1982. Tahun-tahun sebelumnya, banjir tidak separah ini.
Selain permukiman warga, banjir juga menggenangi 80 hektare sawah di wilayah tersebut. Akibatnya, petani gagal panen. (*)