Berita Jateng
Hari Ini, Sekolah di Batang Kembali Terapkan PTM 50 Persen
Pemerintah Kabupaten Batang kembali menginstruksikan pelaksanaan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) 50 Persen mulai Senin 14 Februari 2022.
Penulis: dina indriani | Editor: mamdukh adi priyanto
TRIBUNBANYUMAS.COM, BATANG- Pemerintah Kabupaten Batang kembali menginstruksikan pelaksanaan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) 50 Persen mulai Senin 14 Februari 2022.
Hal itu seiring dengan melonjaknya kasus Covid-19 di Kabupaten Batang.
"Mulai besok (hari ini/ Senin), untuk semua jenjang dari PAUD, SD dan SMP PTM 50 persen.
Kami ikuti Inbup (Instruksi Bupati) Bupati Batang terkait PPKM Level 1 di Batang, dimana PTM dilakukan secara terbatas dengan kuota 50 persen di setiap rombongan belajar," kata Kepala Bidang Pendidkan Dasar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Batang, Sumanto, Minggu (13/2/2021).
Baca juga: Oknum Pimpinan Ponpes Tak Kuat Tahan Birahi saat Pijat Santriwati, Tindakannya Tak Patut Ditiru
Baca juga: Puskopti Sebut Ribuan Perajin Tahu Tempe di Jateng Bangkrut: Bisa Ada Mogok Besar-besaran
Dijelaskannya, PTM Terbatas setiap hari maksimal 50 persen dalam setiap rombongan belajar.
Kecuali bagi rombongan belajar jenjang SD/sederajat yang tidak lebih dari 14 siswa dan jenjang SMP/sederajat yang tidak lebih dari 16 siswa.
Pelaksanaan PTM juga harus berpedoman pada Panduan Pelaksanaan PTM Terbatas di Satuan Pendidikan pada masa pandemi COVID-19 Kabupaten Batang.
"Untuk modelnya, kami serahkan sepenuhnya ke sekolah masing-masing, mau secara sistem sif atau selang-seling, sehari masuk sehari libur diperbolehkan," jelasnya.
Sekolah yang akan menerapkan PTM 50 persen adalah SDN Denasri Wetan 02.
Kepala SDN Denasri Wetan 02, Esti Yuni mengatakan, pihaknya siap dan sudah berkoordinasi dengan orang tua murid untuk pelaksanaan PTM 50 persen ini.
Rencananya, pihaknya akan melaksanakan model selang-seling, model ini diterapkan untuk menghindari kerumunan di saat pergantian shift.
"Kami pilih model sehari masuk atau PTM dan sehari daring.
Kami pilih biar mengurangi kerumunan," tuturnya.
Baca juga: Harap-harap Cemas PSIS Semarang Jelang Duel Kontra Persib Bandung
Baca juga: Vaksinasi Anak di Kota Semarang Belum 100%, Dinkes: Ada Sebagian yang Belum Diizinkan Orangtua
Menurutnya, jika menggunakan sistem sif bisa terjadi kerumunan pada saat pergantian jam pulang dan masuk.
"Karena kalau memakai sistem sif, anak yang berangkat sif kedua malah harus menunggu sif 1 pulang.
Sehingga bisa terjadi kerumunan.
Kami terus upayakan agar tetap prokes selama pelaksanaan PTM," imbuhnya.(*)
Baca juga: Faisol Ingin Rintis Usaha Kerajinan dari Limbah Kayu selepas Keluar dari Lapas Batang
Baca juga: Olah Limbah Makanan Jadi Eco Enzyme Yang Kaya Manfaat
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banyumas/foto/bank/originals/ptm-batang.jpg)