Berita Salatiga
Olah Limbah Makanan Jadi 'Eco Enzyme' Yang Kaya Manfaat
Kita biasa menyebutnya cairan ajaib multi manfaat. Selain itu, eco enzyme memiliki banyak manfaat seperti untuk kebersihan, desinfektan.
Penulis: Hanes Walda Mufti U | Editor: mamdukh adi priyanto
TRIBUNBANYUMAS.COM, SALATIGA- Eco enzyme banyak manfaat bagi kehidupan manusia.
Relawan Eco-enzyme Nusantara melaksanakan panen raya eco-enzyme di Mrican, Kota Salatiga.
Kegiatan ini sebagai wujud untuk mengurangi atau menanggulangi kerusakan alam.
Ketua Relawan Eco-enzyme Nusantara, Widya menjelaskan, pihaknya telah memanen kurang lebih 100 Liter eco-enzyme.
Cairan ini dibuat massal oleh Relawan Eco-enzyme Nusantara di Salatiga pada tiga bulan yang lalu.
"Masa panennya selama tiga bulan.
Sebetulnya, bisa panen pada Januari, tetapi karena banyak kegiatan, jadi bisa panen hari ini," kata Widya, Minggu (13/2/2022).
Baca juga: Air Sungai di Semarang Ini Berwarna Biru dan Cokelat Pekat, Diduga Tercemar
Baca juga: Tekad 2 Pemain Muda PSIS Semarang Setelah Debut di Liga 1
Baca juga: Satu Pasien Covid Varian Omicron di Salatiga Meninggal Dunia, Punya Komorbid Diabetes
Eco-enzyme, kata dia, merupakan cairan banyak manfaat yang terbuat dari gula, sampah-sampah dapur (kulit buah dan sayuran) yang difermentasi menggunakan air selama tiga bulan.
"Kita biasa menyebutnya, cairan ajaib multi manfaat," imbuhnya.
Selain itu, eco enzyme memiliki banyak manfaat seperti untuk kebersihan, desinfektan, pupuk, dan kesehatan.
Memanen eco enzyme tidak mudah, ada juga eco enzyme yang tidak dapat dipanen karena PH kurang dari 4 dan saat menutup tempatnya masih ada udara yang masuk.
Ciri-ciri eco enzyme yang tidak berhasil yakni ada belatung dan tumbuh jamur hitam.
"Eco-enzyme yang kurang berhasil kita bisa perbaiki lagi.
Dengan membuang belatung dan dijemur selama 30 menit dalam tiga hari lalu ditambah gula sesuai takaran awal terus dibiarkan sampai satu bulan," katanya.
Baca juga: Wadir RS Margono Purwokerto Dilantik Jadi Kepala Dinas Kesehatan Jateng, Ini Sejumlah Capaiannya
Baca juga: Kronologi Ritual Menenangkan Diri di Laut Jember Yang Berujung Maut, 10 Orang Meninggal
Mahasiswa pecinta alam dari IAIN Salatiga turut dalam panen eco enzyme ini.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banyumas/foto/bank/originals/eco-enzyme.jpg)