Berita Jateng

Puskopti Sebut Ribuan Perajin Tahu Tempe di Jateng Bangkrut: Bisa Ada Mogok Besar-besaran

Sutrisno Supriantoro menyebut, sebanyak 20 persen pengusaha tempe dan tahu di Jawa Tengah (Jateng) gulung tikar.

TRIBUNBANYUMAS/DESTA LEILA KARTIKA
Darwati, pedagang tempe di Pasar Trayeman Slawi, menunggu pembeli di lapaknya, Senin (1/3/2021). Kenaikan harga kedelai yang masih berlangsung membuat produksi tempe Darwati menurun. 

Menurutnya, langkah itu dilakukan untuk menghadapi momen ramadan dan lebaran tahun ini. 

Semisal kondisi seperti ini terus bertahan maka diprediksi akan terjadi mogok besar-besaran yang dilakukan perajin tahu tempe.

Seperti yang dilakukan perajin tahu tempe di Jakarta.

Mereka akan melakukan mogok produksi pada 21,22,23 Februari di Jakarta. 

"Tidak menutup kemungkinan Jawa Tengah akan melakukan hal serupa," jelasnya. 

Ia menambahkan, informasinya Kabupaten Kendal akan melakukan demonstrasi dan mogok kerja rencana mereka akan melakukan koordinasi pada Senin (14/2/2022).

"Saya meminta mereka untuk menahan diri.

Tetapi jika pemerintah tak cepat subsidi dan operasi pasar maka mogok kerja tak terhindarkan," imbuhnya.(*)

Baca juga: Wadir RS Margono Purwokerto Dilantik Jadi Kepala Dinas Kesehatan Jateng, Ini Sejumlah Capaiannya

Sumber: Tribun Jateng
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved