Berita Purbalingga
Berkomitmen Ikut Turunkan Stunting di Purbalingga, Bulog Banyumas Bakal Kembangkan Beras Fortivit
Kepala Cabang Perum Bulog Banyumas Rasiwan menyatakan, pihaknya berkomitmen membantu menurunkan stunting atau kasus gagal tumbuh anak di Purbalingga.
Penulis: Permata Putra Sejati | Editor: rika irawati
"Sehingga, produsen dan konsumen benar-benar bisa menikmati harga yang wajar."
"Untuk menyukseskan ini, tentu kami tidak bisa kerja sendiri, butuh kerjasama dengan pemerintah daerah, terutama sawah produsen dari gapoktan atau lahan mana yang bisa dikerjasamakan," jelasnya.
Sementara, Bupati Purbalingga Dyah Hayuning Pratiwi mengatakan, Perum Bulog bersama Perumda Puspahastama memiliki peluang yang bisa dimanfaatkan, yaitu adanya regulasi 20 persen Dana Desa (DD) untuk program ketahanan pangan.
"Harapannya, dalam rangka pemberdayaan petani dan menjaga ketahanan pangan di wilayah kita bisa clear dan stoknya stabil," kata bupati yang akrab disapa Tiwi ini.
Baca juga: Obrolan Ganjar dengan Warga Wadas yang Ditangkap Polisi
Baca juga: Pedagang dan Pemilik Perahu Mengeluh, Teluk Penyu Cilacap Sepi Pengunjung Imbas Status Level 2 PPKM
Baca juga: Dipuji Bupati Banyumas. Slamet Subekti Sudah Berdonor Darah 120 Kali sejak Tahun 1992
Baca juga: Tak Terpengaruh Banjir dan Longsor, Tempat Wisata di Dieng Banjarnegara Tetap Buka
Ia menambahkan, Purbalingga juga memiliki banyak gapoktan binaan yang memungkinkan bisa diajak kerjasama dengan Bulog.
Satu di antaranya, pengembangan padi varietas baru.
Bupati juga berpesan terkait dengan cadangan pangan beras IR medium dari Bulog agar terus dijaga kualitasnya.
Sebab, kualitas beras Bulog merupakan hal yang sensitif dan akan berpengaruh pada citra pemerintah.
Terkait Beras Fortivit, diakuinya, Purbalingga merupakan locus penanganan stunting.
"Untuk penanganannya, Bulog bisa kolaborasi dengan Dinas Kesehatan yang didalamnya terdapat program Pemberian Makanan Tambahan (PMT), baik untuk balita maupun ibu hamil," kata Tiwi. (Tribunbanyumas/jti)