Penanganan Corona
Viral Video Petugas Tidak Suntikkan Vaksin pada Anak di Semarang, Dinkes: Faktanya Bukan Seperti Itu
Saat petugas melakukan aspirasi (tarikan di awal suntikan), terlihat ada sedikit darah sehingga petugas mencabut kembali suntikkan karena berisiko.
Penulis: Eka Yulianti Fajlin | Editor: deni setiawan
TRIBUNBANYUMAS.COM, SEMARANG - Beredar video penyuntikan vaksinasi Covid-19 anak usia 6 - 11 tahun di satu sekolah swasta di Semarang.
Penyuntikan vaksin dalam video tersebut diragukan olh masyarakat karena vaksinator tampak tidak melakukan suntikan.
Kepala Dinkes Kota Semarang, Moh Abdul Hakam mengklarifikasi jika itu ada miskomunikasi.
Baca juga: Terungkap! Inilah Sosok Wanita Pembuang Orok Bayi di Tong Sampah Pabrik Garmen KIW Semarang
Baca juga: Kota Semarang Bakal Dibanjiri Patung, Jadi Tetenger Setiap Jalan dan Kawasan
Baca juga: Orok Bayi Ditemukan di Tempat Sampah Pabarik Garmen di Kota Semarang, Diselimuti Kemasan Pembalut
Baca juga: Operasi Knalpot Brong di Semarang - Polsek Banyumanik 10 Pelanggar, Gunungpati Ada 2 Pengendara
Petugas sudah melakukan penyuntikan sesuai SOP.
Seperti menggunakan handglove dan hand sanitizer.
Jarum suntik juga sudah diisi vaksin.
Saat petugas melakukan aspirasi (tarikan di awal suntikan), terlihat ada sedikit darah sehingga petugas mencabut kembali suntikkan karena berisiko masuk ke pembuluh darah.
Dengan pertimbangan tersebut, petugas menunda penyuntikan vaksinasi dosis kedua pada siswa tersebut.
Namun, petugas tidak menyampaikan hal tersebut kepada orangtua anak bersangkutan maupun pihak sekolah.
"SOP vaksinasi sudah berjalan secara benar."
"Menggunakan handglove, jarum suntik diisi vaksin."
"Karena diaspirasi, tidak jadi masuk."
"Yang jadi permasalahan, di belakang sudah numpuk banyak."
"Jadi tidak disampaikan langsung kepada orangtua yang bersangkutan."
"Karena divideo, kemudian menjadi berkembang."