Berita Banyumas
Polresta Banyumas Giatkan Razia, Sasar Pelaku Balap Liar dan Motor Berknalpot Brong
Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polresta Banyumas melakukan blue light patrol (BLP) di wilayah-wilayah rawan balap liar.
Penulis: Permata Putra Sejati | Editor: rika irawati
TRIBUNBANYUMAS.COM, PURWOKERTO - Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polresta Banyumas melakukan blue light patrol (BLP) di wilayah-wilayah rawan balap liar.
Polisi juga melakukan penindakan terhadap penggunaan knalpot brong.
Kasat Lantas Kompol Ari Prayitno mengatakan, hampir setiap malam, razia itu dilakukan.
"Itu kami lakukan untuk mempersempit ruang gerak mereka, para pelaku balap liar," ujarnya dalam keterangan tertulis, Selasa (25/1/2022).
Baca juga: Tuntut Ganti Rugi Pelebaran Jalan, Warga Pegalongan Banyumas Blokade Jalan Menuju TPA
Baca juga: Paguyuban Tionghoa Banyumas Salurkan 18.690 Paket Sembako untuk Warga, Target Berikan 30 Ribu Paket
Baca juga: Bupati Banyumas Ikut Mencangkul Menyiapkan Jalan ke Curuk Orak-orik, Warga: Menambah Semangat
Baca juga: Kasus Covid di Banyumas Kembali Naik, Per 24 Januari 2022 Ada 10 Kasus Baru
Dari hasil pantauan, selama ini, mereka yang terlibat dalam balap liar rata-rata berusia 20-25 tahun.
Mereka terlibat dalam taruhan balap liar, sedangkan anak remaja lain hanya ikut-ikutan aksi tersebut.
"Sementara ini, yang sering terjadi, di Sokaraja. Kalau ada informasi dari masyarakat, akan kami tindak," tegasnya.
Petugas kepolisian akan melakukan penindakan berupa pembinaan, serta penelusuran terkait kendaraan yang digunakan, misalnya surat-surat keaslian pemilik kendaraan.
Bagi para penggunaan knalpot brong, polisi akan melakukan penyitaan kemudian pemusnahan knalpot brong lewat cara dipotong.
Kemudian, pemiliknya dibina hingga diminta mengganti dengan knalpot standar.
Ade (33), warga Sokaraja, bersyukur, Polres Banyumas meningkatkan razia balap liar dan knalpot brong.
Dia pun harmpir menjadi korban tertabrak motor anak-anak yang tengah balap liar.
"Tolong ditindak, Pak Polisi. Saya hampir tertabrak sama anak-anak yang balap liar di Sokaraja," katanya.
Ade mengaku kerap mendapati jalan umum dijadikan sebagai lokasi balapan liar remaja. Kondisi ini pun menganggu pengguna jalan umum. (Tribunbanyumas/jti)
Baca juga: Enak! Anak-anak TK di Weleri Kendal Dapat Susu Gratis di Hari Gizi Nasional
Baca juga: Sempat Tembak Pipi Korban, Begal di Demak Gagal Rebut Motor setelah Korban Tancap Gas
Baca juga: Tolak Divaksin, Tujuh Warga dalam Satu Keluarga di Sragen Positif Covid
Baca juga: Dua Honda Beat Tabrakan di Pengadegan Purbalingga, Dua Pengendara Dilarikan ke Rumah Sakit