Berita Banjarnegara

Warga Mandiraja Kulon Banjarnegara Geram, Area Permakaman Jadi Tempat Pembuangan Sampah Pasar

Viral di media sosial, area permakaman di TPU Gedhong di Desa Mandiraja Kulon, Kecamatan Mandiraja, Banjarnegara, jadi tempat pembuangan sampah.

Penulis: khoirul muzaki | Editor: rika irawati
TRIBUNBANYUMAS/KHOIRUL MUZAKI
Spanduk larangan membuang sampah dipasang di pagar area makam di Desa Mandiraja Kulon, Kecamatan Mandiraja, Banjarnegara, Senin (17/1/2022). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, BANJARNEGARA - Viral di media sosial, area permakaman di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Gedhong di Desa Mandiraja Kulon, Kecamatan Mandiraja, Banjarnegara, menjadi tempat pembuangan sampah.

Dalam video yang beredar, tampak seorang warga mendorong gerobak berisi penuh sampah yang kemudian ditumpahkan ke lahan sekitar permakaman.

Warga yang kesal melihat kondisi ini, kemudian menutup area tersebut agar tak lagi menjadi tempat pembuangan sampah.

Mereka memasang spanduk bertuliskan "Dilarang Membuang Sampah di Area Makam, Ingat Makam ini adalah Rumah Masa Depan Kita Bersama" dipasang di gerbang menuju makam.

"Sudah ditutup, tidak boleh untuk buang sampah," kata Supriyadi, juru kunci TPU Gedhong, Senin (17/1/2022).

Baca juga: Cuaca Ekstrem Bikin Kelimpungan Petani Kentang di Dieng Banjarnegara, Tanaman Mudah Membusuk

Baca juga: Dinkes Banjarnegara Wajibkan Orangtua Anak Usia 6-11 Dampingi saat Vaksinasi Covid, Ini Tujuannya

Baca juga: Diprotes Warga Karangtengah Banjarnegara, PT Geo Dipa Hentikan Sementara Proyek Panas Bumi Dieng

Baca juga: Saya Menyesal Karena Handphone Itu - Alasan WH Bunuh Sepupunya di Wanaraja Banjarnegara

Supriyadi membenarkan, sebagian area pemakaman yang berbatasan dengan Sungai Serayu itu dijadikan tempat pembuangan sampah.

Ia mengatakan, sampah yang dibuang di lahan itu berasal dari limbah Pasar Mandiraja dan sekitarnya.

Setiap hari, ada saja orang yang membuang sampah di area makam menggunakan gerobak.

Aktivitas itu, kata dia, sudah berlangsung puluhan tahun.

"Dulunya, tidak sampai masuk makam. Tapi, lama-lama, karena yang di sana sudah penuh, akhirnya terus bergeser ke makam," imbuh dia.

Bahkan, ada beberapa makam yang sudah tertimbun sampah. Ia mengaku, bersama warga, sudah berkali-kali mengingatkan oknum yang membuang sampah di tempat itu. Tetapi, peringatan itu diabaikan.

"Sudah diingatkan tapi tetap membuang di situ," kata Supriyadi. (*)

Baca juga: Pemotor Meninggal, Masuk Kolong Truk Molen Usai Motor Terjatuh di Kedungbanteng Banyumas

Baca juga: Bukan Sekadar Plesetan, Pamong Praja Diduga Jadi Pemicu Banyaknya Perceraian di Purbalingga

Baca juga: Kasus Omicron Melonjak, Kunjungan ke Mal Dibatasi. Hanya untuk Warga yang Sudah Vaksin 2 Kali

Baca juga: Pencipta Lagu Lingsir Wengi Tutup Usia, Hingga Akhir Hayat Tak Dapat Royalti dan Hidup Miskin

Sumber: Tribun Banyumas
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved