Berita Tegal
Mengungkap Sejarah Tugu Shuttlecock di Kota Tegal, Wijanarto: Pernah Jadi Refensi Internasional
Menurut Wijanarto, hal menarik di masa jayanya industri shuttlecock di Tegal adalah terciptanya sirkular ekonomi bagi masyarat di sekitar pabrik.
Penulis: Fajar Bahruddin Achmad | Editor: deni setiawan
"Sampai sekarang pun masih ada, tetapi tidak seperti dulu,” kata Wijanarto kepada Tribunbanyumas.com, Sabtu (15/1/2022).
Wijanarto menjelaskan, keberadaan industri shuttlecock di Tegal mulai ada sejak era 1970-an.
Saat itu, pabrik terbesar adalah Garuda Shuttlecock yang beralamat di Jalan Serayu, Kota Tegal.
Pabrik tersebut milik warga Tegal yang merupakan peranakan Tionghoa.
Bermula dari pabrik besar itu, lambat laun lahir industri rumahan yang juga memproduksi shuttlecock.
Bahkan ada perkampungan yang kemudian menjadi sentra pengrajin shuttlecock.
Seperti sentra pengrajin shuttlecock di Desa Lawatan, Kecamatan Dukuhturi, Kabupaten Tegal.
“Bahkan, industri shuttlecock itu menjadi referensi untuk gelaran internasional."
"Tapi itu pada 1970- 1980 an."
"Ditunjang oleh beberapa sentra industri selain Garuda Shuttlecock, ada Lawatan,” ujarnya.
Ciptakan Sirkular Ekonomi
Menurut Wijanarto, hal menarik di masa jayanya industri shuttlecock di Tegal adalah terciptanya sirkular ekonomi bagi masyarat di sekitar pabrik.
Banyak masyarakat yang menikmati jayanya industri tersebut.
Ia mencontohkan, seperti masyarakat di sekitar pabrik Garuda Shuttlecock yang rumahnya dekat bengkel kapal.
Saat itu, mereka rata-rata membuat selongsong shuttlecock untuk kemudian dijual ke pabrik.