Breaking News:

Berita Semarang

Warga Tambakrejo Kota Semarang Diteror Gelombang Tinggi: Setiap Malam Kami Tidak Bisa Tidur

Masyarakat nelayan di Tambakrejo, Kota Semarang, diteror cuaca ekstrem, beberapa hari terakhir.

Penulis: budi susanto | Editor: rika irawati
TRIBUNBANYUMAS/BUDI SUSANTO
Sejumlah perahu milik nelayan ditambatkan di dermaga yang ada di wilayah Tambakrejo, Kota Semarang, Rabu (12/1/2022). Perahu tersebut ditambatkan karena cuaca buruk yang melanda pesisir Kota Semarang, beberapa hari terakhir. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, SEMARANG - Masyarakat nelayan di Tambakrejo, Kota Semarang, diteror cuaca ekstrem, beberapa hari terakhir.

Selain angin kencang, gelombang tinggi juga melanda wilayah pesisir Kota Semarang tersebut.

Kondisi itu membuat warga di Tambakrejo, yang mayoritas nelayan, tak tenang, bahkan beberapa mengaku tak bisa tidur nyenyak.

Hal itu lantaran angin kencang dan gelombang tinggi membuat sejumlah perahu yang ditambatkan saling bertabrakan.

"Beberapa hari ini, cuaca membuat kami takut. Setiap malam, warga yang memiliki perahu tak bisa tidur," kata Narni, satu di antara warga Tambakrejo, Rabu (12/1/2022).

Baca juga: Warga Kota Semarang Mulai Terima Vaksin Booster, Warga Lansia yang Mendaftar Dijemput Puskesmas

Baca juga: Semarang Sudah Terapkan PTM 100 Persen, Siswa Belum Divaksin Boleh Ikut Belajar di Sekolah

Baca juga: Pegawai BPR Warga Tembalang Semarang Ini Nyambi Jualan Riklona, Alasan Cari Tambahan Uang

Baca juga: Ruas Baru Jalan Sriwijaya Semarang Masih Terkendala, Hendi: Kami Cari Solusi Depan TMP Giri Tunggal

Dilanjutkannya, karena cuaca ekstrem, para nelayan sampai menambatkan perahu di lokasi yang dianggap aman.

"Namun, sama saja, semua disapu ombak dan angin, perahu sampai bertabrakan semua," ucapnya.

Narni juga menyebutkan, beberapa nelayan tak berani melaut karena kondisi ekstrem tersebut.

"Ya, banyak yang tidak melaut juga karena kondisi seperti ini," katanya.

Sementara, Miyoto, satu di antara nelayan, mengaku hanya bisa pasrah dan berusaha mengamankan perahu.

"Nelayan banyak yang jaga malam beberapa hari ini, takutnya kapal hancur bertabrakan karena dihembus angin kencang dan gelombang seperti tahun lalu," imbuhnya.

Adapun BMKG juga mengeluarkan peringatan dini gelombang tinggi yang akan melanda sejumlah wilayah termasuk perairan Semarang.

Peringatan dini itu berlaku dari 12 Januari pukul 07.00 WIB hingga 13 Januari mendatang.

BMKG memperingatkan akan adanya gelombang tinggi dengan ketinggian 1,2 meter hingga 2,5 meter, disertai angin berkecepatan 5 sampai 20 knot. (*)

Baca juga: Aliansi Masyarakat Banyumas Peduli Budaya Gelar Ritual Sesaji, Kecam Kejadian di Gunung Semeru

Baca juga: Tinjau Vaksinasi Anak di Batang, Wagub Taj Yasin Minta Siswa Ajak Teman agar Mau Divaksin

Baca juga: Dua Dusun di Desa Lawen Banjarnegara Terancam Terisolasi setelah Satu-satunya Akses Jembatan Ambles

Baca juga: Lewat Program Mayuh Kerja, Dinnaker Purbalingga Beri Info dan Kesempatan Pencari Dapat Kerja

Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved