Breaking News:

Berita Narkoba

Pegawai BPR Warga Tembalang Semarang Ini Nyambi Jualan Riklona, Alasan Cari Tambahan Uang

Alih-alih nyambi jualan psikotropika untuk penghasilan tambahan, pemuda tersebut kini harus berurusan dengan pihak kepolisian di Tembalang Semarang.

Penulis: iwan Arifianto | Editor: deni setiawan
POLSEK TEMBALANG
Miftah Dwianto (20) karyawan kantor BPR ditangkap pihak kepolisian karena terbukti jualan obat-obatan terlarang di wilayah hukum Polsek Tembalang, Kota Semarang, Senin (10/1/2022). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, SEMARANG - Miftah Dwianto (20) ternyata tak puas dengan gaji sebagai karyawan di Bank Perkreditan Rakyat (BPR) di wilayah Pucang Gading, Kabupaten Demak.

Warga Meteseh, Kecamatan Tembalang, Kota Semarang itu pun nekat mengedarkan obat-obatan terlarang jenis riklona.

Alih-alih nyambi jualan psikotropika untuk penghasilan tambahan, pemuda tersebut kini harus berurusan dengan pihak kepolisian.

Baca juga: 11 Pasien Covid Diduga Varian Omicron Dirawat di Rumdin Wali Kota Semarang, Ini Penjelasan Dinkes

Baca juga: Ruas Baru Jalan Sriwijaya Semarang Masih Terkendala, Hendi: Kami Cari Solusi Depan TMP Giri Tunggal

Baca juga: Mulai Senin, PTM di Kota Semarang Full Day. Kapasitas Kelas SMP Boleh 100 Persen, SD Masih 50 Persen

Baca juga: Deretan Kasus Kejahatan Bermotif Dendam di Semarang, Kriminolog: Akibat Pikiran Pendek Pelaku

"Iya, tersangka kami tangkap karena terbukti membawa belasan riklona yang hendak diedarkan," ucap Kapolsek Tembalang, Kompol R Arsadi KS kepada Tribunbanyumas.com, Senin (10/1/2022).

Tersangka ditangkap saat Tim Elang Hebat Semarang (Tebas) Polsek Tembalang  melakukan patroli sistem hunting, Minggu (9/1/2022).

Tim Tebas berpapasan dengan tersangka saat melintas di Jalan Banjarsari Raya, Kecamatan Tembalang, Kota Semarang sekira pukul 02.00, 

Anggota lantas memberhentikan dan memeriksa tersangka yang mengendarai motor RX King merah hitam pelat H 6687 YG lantaran terlihat mencurigakan.

Tersangka sempat berkelit dan berusaha menghindari pemeriksaan petugas.

Selepas digeledah, benar saja, tersangka membawa obat-obatan psikotoprika jenis Riklona 2 Clonazepam (psikotoprika golongan IV) sebanyak 12 butir.

Obat itu disimpan di tas pinggang warna hitam.

"Tersangka mengakui barang itu miliknya dan hendak dijual ke seseorang," kata Kompol R Arsadi sembari menegaskan kasus itu masih dalam pengembangan. 

Tersangka dan barang bukti sudah dibawa di kantor Polsek Tembalang untuk keperluan penyidikan lebih lanjut. 

Pegawai BPR itu kini terancam Pasal 62 UU RI Nomor 5 Tahun 1992 tentang Psikotoprika. (*)

Baca juga: Polisi Periksa Pemuda 18 Tahun Terkait Kematian Bocah 9 Tahun di Hutan Desa Wanaraja Banjarnegara

Baca juga: Bocah 9 Tahun Ditemukan Tewas di Tebing Hutan di Banjarnegara, Dilaporkan Hilang setelah Bermain

Baca juga: Curi Baterai Tower Sinyal di Wonosobo, Dua Pelaku Asal Jakarta Ini Terancam 9 Tahun Penjara

Baca juga: Terungkap Misteri Kematian Gadis di Kaliwiro Wonosobo, Menolak Berhubungan Intim Lalu Dibunuh

Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved