Breaking News:

Berita Semarang

Dikembangkan Jadi Wisata Paralayang, Jalan Menuju Bukit Piramida Rowosari Semarang Dicor Beton

Akses jalan yang nyaman akan mempermudah masyarakat menjangkau lokasi yang berdekatan dengan Bukit Piramida Rowosari tersebut.

Penulis: Eka Yulianti Fajlin | Editor: deni setiawan
PEMKOT SEMARANG
Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi meninjau lokasi menuju destinasi wisata baru olahraga paralayang yang berada di Kelurahan Rowosari, Kecamatan Tembalang, Kota Semarang, Rabu (12/1/2022). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, SEMARANG - Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi merencanakan untuk memperbaiki akses jalan menuju destinasi wisata baru olahraga paralayang yang berada di Kelurahan Rowosari, Kecamatan Tembalang.

Pasalnya, menurut Wali Kota Semarang yang akrab disapa Hendi ini, akses jalan yang nyaman akan mempermudah masyarakat menjangkau lokasi yang berdekatan dengan Bukit Piramida Rowosari tersebut.

Lebih lanjut, nantinya akan dilakukan pembangunan jalan lapis beton secara bertahap oleh DPU Kota Semarang.

Baca juga: Semarang Segera Miliki Taman Parkour Berstandar Internasional, Dibangun di Lamper Tengah

Baca juga: Kejutan PSIS Semarang Jelang Lawan Persiraja - Flavio Beck Junior Bisa Diturunkan, Bruno Silva Out

Baca juga: Misteri Meninggalnya Bang Titil di Warung Togel Semarang, Saksi: Dia Sempat Unggah Status WhatsApp

Baca juga: 10 Pasien Covid di Rumdin Wali Kota Semarang Sembuh, 8 Pasien Masih Positif

"Wisata paralayang di daerah Perumahan Rowosari ini masih ada persoalan jalannya rusak."

"Tadi kami cek panjangnya sekira 2 kilometer,” terang Hendi kepada Tribunbanyumas.com, Rabu (12/1/2022). 

Selain untuk destinasi wisata baru, Bukit Rowosari Semarang juga dinilai cocok untuk berlatih dan meningkatkan skill paralayang para atlet.

Potensi destinasi wisata paralayang ini sudah didirikan sejak 2005.

Terdapat dua jalur untuk menuju lokasi tersebut.

Yakni melalui Rowosari atas dan belakang kabupaten Demak Kawasan Mranggen Selatan dengan jarak tempuh sekira 1 kilometer ke lokasi Bukit Paralayang.

Sementara itu, Pengelola Bukit Piramida Rowosari Semarang, Suharyanto menyebutkan, mayoritas pengunjung didominasi para atlet paralayang.

Harga yang ditawarkan oleh pengelola sebesar Rp 200.000 untuk satu orang dengan didampingi pelatih.

Selama waktu tempuh 3 sampai 10 menit, pengunjung dapat menikmati pemandangan cantik berupa Bukit Piramida dan pemandangan Kota Semarang

Suharyanto berharap, ke depan Bukit Paralayang ini akan dikembangkan oleh pemerintah daerah agar dapat menjadi pusat destinasi wisata “outdoor activity” di Kota Semarang.

Dimana bakal dilengkapi berbagai fasilitas outdoor lain, seperti offroad, camping, hingga flying fox. (*)

Baca juga: Saya Menyesal Karena Handphone Itu - Alasan WH Bunuh Sepupunya di Wanaraja Banjarnegara

Baca juga: Dua Dusun di Desa Lawen Banjarnegara Terancam Terisolasi setelah Satu-satunya Akses Jembatan Ambles

Baca juga: Kota Tegal Sudah Penuhi Syarat Tapi Belum Mulai Vaksinasi Dosis Ketiga, Karena Alasan Ini

Baca juga: Produsen Kue Keranjang Kota Tegal Mulai Kebanjiran Order, Produksi Sehari Capai 4 Kuintal

Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved