Breaking News:

Berita Semarang

10 Pasien Covid di Rumdin Wali Kota Semarang Sembuh, 8 Pasien Masih Positif

Sebanyak 10 pasien Covid-19 yang dirawat di tempat isolasi terpusat rumah dinas (rumdin) Wali Kota Semarang dinyatakan sembuh.

Penulis: Eka Yulianti Fajlin | Editor: rika irawati
TRIBUNBANYUMAS/EKA YULIANTI FAJLIN
Kepala Dinkes Kota Semarang Moh Abdul Hakam saat ditemui di Semarang, Rabu (12/1/2022). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, SEMARANG - Sebanyak 10 pasien Covid-19 yang dirawat di tempat isolasi terpusat rumah dinas (rumdin) Wali Kota Semarang dinyatakan sembuh.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Semarang Moh Abdul Hakam mengatakan, saat ini, kasus pasien Covid-19 di Kota Lunpia tinggal delapan orang.

"Alhamdulillah, sudah turun. Kasus tinggal delapan. Kemarin, yang di isoter sudah sembuh 10," papar Hakam, Rabu (12/1/2022).

Baca juga: 11 Pasien Covid Diduga Varian Omicron Dirawat di Rumdin Wali Kota Semarang, Ini Penjelasan Dinkes

Baca juga: Warga Tambakrejo Kota Semarang Diteror Gelombang Tinggi: Setiap Malam Kami Tidak Bisa Tidur

Baca juga: Warga Kota Semarang Mulai Terima Vaksin Booster, Warga Lansia yang Mendaftar Dijemput Puskesmas

Baca juga: 16 Tim Bakal Ramaikan Turnamen Kuda Sakti 4294 U-12, Digelar Dua Hari di Semarang

Hakam merinci, dari delapan tersebut, sebanyak enam pasien masih dirawat di rumdin dan dua lainnya dirawat di rumah sakit.

Dua orang yang dirawat di rumah sakit merupakan pasien dari luar kota.

Tiga pasien yang dirawat di rumdin masih mengalami gejala ringan berupa batuk. Sedangkan tiga lainnya, tidak mengalami keluhan.

"Yang di rumah sakit ada dua, dari luar kota, yang satu hamil," sebutnya.

Dinkes Kota Semarang masih terus melakukan random sampling deteksi dini Covid-19 untuk menekan penyebaran kasus.

Pada pekan pertama, random sampling dilakukan di sekolah. Kemudian, dilanjutkan pekan kedua, ke pasar dan pusat perbelanjaan.

Sedangkan pekan ketiga, Dinkes menyasar ke perkantoran baik swasta maupun pemerintah.

Baca juga: Muncul Siklon Tropis Tiffany, BMKG Peringatkan Adanya Angin Kencang dan Gelombang Tinggi

Baca juga: Mengetuk Hati Dermawan! Warga Banjarsari Banyumas Lumpuh sejak Lahir, Belum Dapat Bantuan Pemerintah

Baca juga: Mengetuk Hati Dermawan! Warga Banjarsari Banyumas Lumpuh sejak Lahir, Belum Dapat Bantuan Pemerintah

Baca juga: Siap-siap Hadapi Gelombang Omicron! Kasus di Indonesia Meningkat Jadi 506 Kasus

Baca juga: 2 Rumah Rusak dan Akses Kabupaten Semarang-Temanggung Sempat Terganggu Akibat Longsor di Sumowono

Terakhir, pekan keempat, random sampling dilakukan di tempat pariwisata. Giat ini terus berputar setiap waktu.

Ditemukannya kasus di perkantoran beberapa waktu lalu, menurutnya, dikarenakan para karyawan kantor memiliki mobilitas yang tinggi.

Terutama, saat momentum libur Natal 2021 dan Tahun Baru 2022 (Nataru) lalu. Mereka bisa saja berpergian ke luar kota.

"Kalau kantor Pemerintah Kota Semarang tidak mengizinkan keluar kota, alhamdulillah aman. Kantor-kantor lain, kami tidak bisa jamin karena mereka punya peraturan sendiri. Kami tidak bisa mengatur karena bukan di wilayah pemkot," terangnya. (*)

Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved