Breaking News:

Berita Banyumas

Mengetuk Hati Dermawan! Warga Banjarsari Banyumas Lumpuh sejak Lahir, Belum Dapat Bantuan Pemerintah

Karsito (39), warga Dusun Kalibacin RT 04 RW 07, Desa Banjarsari, Kecamatan Ajibarang, Banyumas, hanya terbaring di ranjang akibat kelumpuhan.

Penulis: Permata Putra Sejati | Editor: rika irawati
ISTIMEWA/DOK WARGA AJIBARANG KUSWORO
Kondisi Karsito (39), warga Dusun Kalibacin RT 04 RW 07, Desa Banjarsari, Kecamatan Ajibarang, Banyumas, Rabu (12/1/2022). Pria yang mengalami kelumpuhan sejak lahir tersebut membutuhkan bantuan. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, BANYUMAS - Karsito (39), warga Dusun Kalibacin RT 04 RW 07, Desa Banjarsari, Kecamatan Ajibarang, Banyumas, hanya terbaring di ranjang akibat kelumpuhan yang dialami.

Selama hidupnya, anak pasangan Karjan dan Tasiyem itu mengalami kelumpuhan tanpa mendapat pengobatan medis.

Kepala Desa Banjarsari Tarto mengatakan, kemiskinan membuat keluarga Karsito pasrah.

"Karsito mengalami kelumpuhan sejak lahir. Keluarga sangat kerepotan. Keluarga belum pernah mendapatkan bantuan PKH dan bansos lain dari pemerintah," ungkap Tarto, saat ditemui di kantornya, Rabu (12/1/2022).

Menurut Tarto, Karsito mengalami kelumpuhan sejak lahir.

Baca juga: Aliansi Masyarakat Banyumas Peduli Budaya Gelar Ritual Sesaji, Kecam Kejadian di Gunung Semeru

Baca juga: Mencuri di Kendai Kopi, Pemuda asal Sumbang Banyumas Gasak Cincin Emas, Uang Tunai, dan Ponsel

Baca juga: Truk Boks Terjun ke Sungai di Rawalo Banyumas, Sempat Tabrak Dua Mobil dan Satu Motor

Baca juga: Bus Sekolah Gratis Banyumas Kembali Beroperasi 11 Januari, Ini Dua Koridor yang Dilayani

Cerita yang dia terima, hal ini diawali saat Karsito yang lahir lewat bantuan dukun anak itu mengalami demam tinggi.

Lantaran tak memiliki biaya, keluarga tak membawanya ke fasilitas kesehatan untuk mendapat perawatan medis.

"Orang tua hanya membawanya ke pengobatan tradisional," imbuh dia.

Kondisi ini membuat pertumbuhan Karsito tak sama dengan anak-anak pada umumnya.

Kedua kaki Karsito kaku. Bicaranya juga tak jelas, gagu, serta cadel.

"Dia menghabiskan waktu, setiap harinya, terbaring di tempat tidur. Makan dan minum, atau BAB hingga kencing, di kamar yang hanya tertutup kain korden dan lemari," ujarnya.

Menurut Tarto, keluarga sangat berharap adanya bantuan dari pemerintah agar Karsito mendapat perawatan layak.

Baca juga: Siap-siap Hadapi Gelombang Omicron! Kasus di Indonesia Meningkat Jadi 506 Kasus

Baca juga: 2 Rumah Rusak dan Akses Kabupaten Semarang-Temanggung Sempat Terganggu Akibat Longsor di Sumowono

Baca juga: Nekat Beroperasi di Jalan Raya Pati, 10 Kereta Kelinci Ditilang

Baca juga: Warga Tambakrejo Kota Semarang Diteror Gelombang Tinggi: Setiap Malam Kami Tidak Bisa Tidur

Sementara, untuk harian, Karsito membutuhkan ranjang beroda, kursi roda, diapers, serta kasur plastik.

"Warga saya memang membutuhkan bantuan yang multi guna. Sebagai pemdes, kami akan mengupayakan dan berkoordinasi ke dinas terkait untuk mendapat bantuan," imbuhnya.

Tarto juga berjanji memasukan nama Karsito ke dalam daftar warga yang akan menerima bantuan. (Tribunbanyumas/jti)

Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved