Tips Sehat

Dokter RSI Banjarnegara Ungkap Bahaya Vape bagi Kesehatan Gigi dan Mulut: Flek hingga Infeksi Gusi

Baik rokok maupun vape, sama-sama memiliki efek samping bagi pengguna, di antaranya, kesehatan gigi.

Penulis: khoirul muzaki | Editor: rika irawati
ISTIMEWA
Dokter gigi Rumah Sakit Islam (RSI) Banjarnegara drg Amalia Rahmaniar Indrati. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, BANJARNEGARA - Rokok elektrik ( vape) kini semakin ngetren di masyarakat, khususnya kalangan milenial. Banyak perokok yang beralih menggunakan vape karena beragam alasan.

Padahal, baik rokok maupun vape, sama-sama memiliki efek samping bagi pengguna, di antaranya, kesehatan gigi.

Hal ini disampaikan dokter gigi Rumah Sakit Islam (RSI) Banjarnegara, drg Amalia Rahmaniar Indrati.

"Vape saat ini menjadi gaya hidup tetapi ada beberapa penelitian, kaitannya efek vape yang menunjukkan, bukan hanya kaitan kesehatan paru-paru namun kesehatan gigi dan mulut juga bisa bermasalah," kata Amalia, Selasa (11/1/2022).

Baca juga: Cerita Relawan Pencari Bocah Korban Pembunuhan Sepupu di Banjarnegara: Bolak Balik 3 Kali ke Hutan

Baca juga: Viral, Penjaja Makanan Ditemukan Tidur di Jalanan di Banjarnegara. Begini Faktanya

Baca juga: Siswa SMAN 1 Sigaluh Banjarnegara Diwajibkan Bawa Bekal Sendiri, Disebut Sudah Terbiasa Prokes

Baca juga: Embun Es Selimuti Kawasan Candi Arjuna Banjarnegara, Ini Penjelasan Resmi BMKG

Amalia mengatakan, gangguan pada mulut tersebut, di antaranya berupa infeksi gusi, mulut kering, gigi berlubang, hingga membuat gigi kuning.

Menurutnya, nikotin pada vape dapat meninggalkan noda pada gigi, bahkan membuat perubahan warna gigi.

"Liquid vape ini menempel karena oksidasi nikotin," kata alumnus Universitas Jember tersebut.

Sementara, terkait persoalan gusi, penggunaan vape bisa menyebabkan inflamasi gusi atau peradangan dengan gejala, bengkak pada gusi, nyeri, perih pada gusi, hingga pendarahan.

Saat vaping, kata dia, mulut juga bisa terasa panas, selain membuat peradangan.

Efek panas ini bisa membuat bakteri berbahaya betah di mulut karena mulut kering.

"Dengan menghisap vape atau vaping, itu akan menyediakan panas di dalam mulut, yang menguntungkan keberadaan bakteri berbahaya," terang Amalia.

Baca juga: Truk Boks Terjun ke Sungai di Rawalo Banyumas, Sempat Tabrak Dua Mobil dan Satu Motor

Baca juga: PSIS Krisis Pemain Asing Jelang Hadapi Persiraja, Ini Strategi Pelatih untuk Raih Poin Penuh

Baca juga: Cerita Relawan Pencari Bocah Korban Pembunuhan Sepupu di Banjarnegara: Bolak Balik 3 Kali ke Hutan

Baca juga: Pamit Ambil Rapor, Pelajar SMK Muhammadiyah 1 Purbalingga Hilang Sudah 5 Hari. Bawa BPKB Motor

Karena risiko ini, Amalia menyarankan pengguna berhenti merokok atau pun menghisap vape.

"Sebaiknya, ya setop kebiasaan tersebut," ujar Amalia.

Bagi yang saat ini sudah menjadi pecandu vape, Amalia menyarankan mulai mengurangi intensitas vaping hingga akhirnya berhenti total.

"Dalam prosesnya, selalu menjaga kebersihan gigi dan mulut, perbanyak juga minum air putih, serta rutin cek ke dokter gigi," katanya. (*)

Sumber: Tribun Banyumas
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved