Breaking News:

Berita Narkoba

Ditangkap Polisi di Kertek Wonosobo, EN Akui Pesan Sepaket Tembakau Gorilla Via Instagram

Dari hasil penggeledahan, polisi menemukan barang bukti berupa satu paket yang dibawa tersangka. 

Penulis: khoirul muzaki | Editor: deni setiawan
POLRES WONOSOBO
Gelar kasus narkoba di wilayah hukum Polres Wonosobo, Selasa (11/1/2022). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, WONOSOBO - EN (37), warga Kelurahan Kertek, Kecamatan Kertek, Kabupaten Wonosobo tak berkutik saat petugas Satresnarkoba Polres Wonosobo menangkapnya, pada Senin (29/11/2021). 

Dari hasil penggeledahan, polisi menemukan barang bukti berupa satu paket yang dibawa tersangka. 

Polisi meminta tersangka membuka paket yang dibawanya tersebut.

Di dalamnya ada satu paket tembakau sintetis (gorilla). 

Baca juga: Curi Baterai Tower Sinyal di Wonosobo, Dua Pelaku Asal Jakarta Ini Terancam 9 Tahun Penjara

Baca juga: Terungkap Misteri Kematian Gadis di Kaliwiro Wonosobo, Menolak Berhubungan Intim Lalu Dibunuh

Baca juga: Kecelakaan Maut Kembali Terjadi di Kertek Wonosobo, Truk Hino Tabrak Truk Mitsubishi. 2 Orang Tewas

Baca juga: Pancing Tawa Menteri PUPR, Ganjar Mainkan Payung Saat Dampingi Presiden Jokowi di Wonosobo

EN mengaku, paket tembakau sintetis tersebut dibelinya secara online di Instagram atas nama akun Silverstuffsss

"Dibeli secara patungan bersama saudara GPW seharga Rp 456.500 plus ongkos kirim," kata Kasat Narkoba Polres Wonosobo, AKP Tri Hadi Utaya kepada Tribunbanyumas.com, Selasa (11/1/2022). 

Hari itu juga, Senin (9/11/2021), polisi menangkap GPW (25) di rumah kontrakannya di RT 03 RW 08 Kelurahan Kertek, Kecamatan Kertek, Kabupaten Wonosobo

Polisi juga menyita handphone Redmi milik tersangka sebagai barang bukti.

Setelah dipertemukan, keduanya mengakui paket tembakau sintetis (gorilla) tersebut adalah milik mereka. 

Kedua tersangka dan barang bukti, termasuk paket tembakau gorilla seberat 6,30 gram dibawa ke kantor polisi untuk proses lebih lanjut. 

Mereka dijerat Pasal 112 ayat (1) subsider pasal 127 ayat 1 huruf a UU Nomor 35 Tahun 2009 tentang  Narkotika, Juncto Permenkes Nomor 4 Tahun 2021 tentang Perubahan Penggolongan Narkotika.

Adapun ancaman hukuman kurungan maksimal 12 tahun, denda paling banyak Rp 8 miliar. (*)

Baca juga: 372 Formasi PPPK Guru Masih Kosong di Karanganyar, Sawaldi: Jadwal Seleksi Kami Tunggu Pusat

Baca juga: Kebumen Miliki Layanan Transportasi Online, Tinggal Klik Bumdes Trans

Baca juga: Remaja 17 Tahun asal Cilacap Ditangkap Polisi Lagi, Kali Ini Curi Disel Air di Banyumas

Baca juga: Truk Boks Terjun ke Sungai di Rawalo Banyumas, Sempat Tabrak Dua Mobil dan Satu Motor

Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved