Breaking News:

Berita Jawa Tengah

Tahun Ini Bakal Tambah 60 Tapping Box, BPPKAD Kudus: Tingkatkan Realisasi Pendapatan Pajak Daerah

Jika pada 2021 realisasi pajak sebesar Rp148,62 miliar, maka terjadi pertumbuhan sebesar Rp 22,34 miliar atau 17,69 persen.

Penulis: Rifqi Gozali | Editor: deni setiawan
TRIBUN BANYUMAS/RIFQI GOZALI
Sorotan laser video mapping di Tugu Identitas Kabupaten Kudus, Senin (20/9/2021) petang. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, KUDUS - Pendapatan pajak daerah Kabupaten Kudus pada 2021 tercatat melampaui target.

Realisasi pendapatan pajak daerah sampai akhir Desember 2021 tercatat Rp 148,62 miliar dari target Rp 139,49 miliar.

Baca juga: Hati Beriman FC Jr Salatiga Juarai Piala Soeratin U17 Jateng, Kalahkan Persiku Kudus, Skor Tipis 1-0

Baca juga: Buru Pembegal yang Sebabkan Tangan Korban Putus, Polres Kudus Periksa CCTV dan 3 Saksi

Baca juga: Pentas Orkes Dangdut di Dawe Kudus Ricuh, Pengunjung Bawa Samurai. Polisi: Kami Kecolongan

Baca juga: Pulang Kerja, Warga Mejobo Kudus Dibegal dan Dibacok hingga Tangan Kiri Putus

"Realisasi tersebut mencapai 106,55 persen dari target," ujar Kepala BPPKAD Kabupaten Kudus, Eko Djumartono kepada Tribunbanyumas.com, Jumat (7/1/2022).

Sementara, untuk pendapatan pajak daerah pada 2020 tercatat Rp 126,28 miliar.

Jika pada 2021 realisasi pajak sebesar Rp148,62 miliar, maka terjadi pertumbuhan sebesar Rp 22,34 miliar atau 17,69 persen.

Perbandingan realisasi pendaparan pajak daerah antara 2020 dan 2021, katanya, terdapat kenaikan dibanding periode yang sama pada tahun sebelumnya.

Yakni di bidang pajak hotel, restoran, reklame, penerangan jalan, air tanah, pajak bumi dan bangunan perdesaan dan perkotaan (PBBP2), serta pajak bea perolehan hak tanah bangunan (BPHTB).

Kemudian untuk realisasi pajak hiburan, parkir dan pajak sarang burung walet mengalami penurunan.

Kenaikan penerimaan pada beberapa jenis pajak tersebut selain "official assesment" juga karena ada penyesuaian tarif yang disumbang melalui jenis pajak "self assesment".

Menuru Eko, hal itu karena hal itu ada pemantauan dan pengawasan intensif.

Sedangkan untuk meningkatkan penerimaan pajak 2022, pihaknya akan meningkatkan intensitas penagihan pajak daerah dengan mempertimbangkan pemberian insentif perpajakan secara selektif.

Selain itu, akan ada penambahan "tapping box" atau alat pemantau transaksi sebanyak 60 alat dan sistem konfirmasi Wajib Pajak yang terintegrasi dengan perizinan.

"Kami juga akan melakukan pemutakhiran data pajak daerah," kata dia. (*)

Baca juga: Pendaftaran SNMPTN Dibuka, Ini Daya Tampung Prodi 2021 di Unsoed Purwokerto yang Bisa Jadi Referensi

Baca juga: Rumah Warga Bukateja Purbalingga Ludes Terbakar, Api Diduga dari Kompor setelah Goreng Ketela

Baca juga: Viral, Penjaja Makanan Ditemukan Tidur di Jalanan di Banjarnegara. Begini Faktanya

Baca juga: Terungkap Misteri Kematian Gadis di Kaliwiro Wonosobo, Menolak Berhubungan Intim Lalu Dibunuh

Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved