Berita Nasional
Mengenal KRI I Gusti Ngurah Rai-332, Kapal Perang Indonesia Dilengkapi Rudal Berdaya Jangkau 180 Km
Kapal Perang berkode 332 bersandar di Pelabuhan Tanjung Emas Kota Semarang, Jumat (7/1/2022).
Penulis: budi susanto | Editor: rika irawati
TRIBUNBANYUMAS.COM, SEMARANG - Kapal Perang berkode 332 bersandar di Pelabuhan Tanjung Emas Kota Semarang, Jumat (7/1/2022).
Kapal tersebut nampak gagah dengan sederet senjata tempur yang siap digunakan.
Kapal berwarna abu-abu itu bernama KRI I Gusti Ngurah Rai atau KRI GNR-332 berjenis Perusak Kawal Rudal (PKR).
KRI GNR-332 dikerjakan PT PAL dengan Damen Schelde Naval Shipbuilding (DSNS) Belanda. Tercatat, dibeli Indonesia pada 2012 silam dan persenjataannya diperbaharui pada 2016.
Sebagai kapal perang, KRI GNR-332 menjadi kapal penjaga kedaulatan laut Indonesia.
Bukan hanya bertugas menjaga kedaulatan NKRI, KRI GNR-332 juga sempat ditugaskan dalam operasi kemanusiaan.
Baca juga: KRI Makassar Bersandar, Angkut 200 Nakes untuk Serbuan Vaksin di Tegal dan Pekalongan
Baca juga: KRI dr Soeharso Bersandar di Pelabuhan Tanjung Emas, Bantu Suplai Oksigen se Jawa Tengah
Baca juga: Siswi SMK di Kota Semarang Tewas Terlindas BRT, Diduga Jatuh setelah Ban Motor Terpeleset Paku Jalan
Baca juga: Pemkot Semarang Kurangi Pegawai Non ASN, DPRD: Jangan Sampai Menambah Angka Pengangguran
Selain menjadi koordinator misi pada insiden jatuhnya pesawat Sriwijaya Air, kapal tersebut juga terjun dalam misi penyelamatan dan pengumpulan puing-puing KRI Naggala beberapa waktu lalu.
Kapten Laut Pandu Indramanto, Perwira Departemen Operasi KRI I Gusti Ngurah Rai, memaparkan, kapal penjaga kedaulatan laut NKRI itu dilengkapi senjata anti serangan udara, darat, bawah laut, hingga peperangan elektronika.
"Guna mengantisipasi ancaman serangan permukaan, kapal ini dilengkapi rudal exocet yang jangkauannya mencapai 180 kilometer," paparnya saat ditemui, Jumat.
Selain mengantisipasi ancaman serangan permukaan, di KRI GNR-332 juga dipersenjatai rudal VL mica untuk mengantisipasi serangan udara.
Rudal ini memiliki jangkauan 20 kilometer.
"Rudal VL mica untuk mengantisipasi ancaman serangan udara. Kapal ini juga memiliki beberapa meriam dengan kaliber 76 milimeter, serta 35 milimeter, sebagai close in weapon system," terangnya.
Tak hanya itu, sebagai kapal penjaga perbatasan dan kapal tempur, kapal tersebut juga dilengkapi senapan berdiameter peluru 20 milimeter.
"Senapan dengan peluru berdiameter 20 milimeter itu untuk pertempuran asimetris dan menghadapi kapal yang tidak sebanding dengan KRI GNR-332," paparnya.
Baca juga: Rivaldi dan Kanu Tinggalkan Persis Solo, Resmi Gabung PSS Sleman
Baca juga: Viral, Penjaja Makanan Ditemukan Tidur di Jalanan di Banjarnegara. Begini Faktanya
Baca juga: Pemkab Cilacap Mulai Bahas Rencana Kerja 2023, Terungkap Beban Gaji PNS dan PPPK Capai Rp 470 Miliar
Baca juga: Bupati Purbalingga Ingin Vaksinasi Covid untuk Anak Dipercepat, Begini Usul Kapolres
Yang semakin membuat KRI GNR-332 ditakuti oleh musuh adalah torpedo untuk serangan bawah laut serta jamming system radar untuk mengacau sinyal rudal maupun radar musuh.