Berita Semarang Hari Ini
Taman Lele Semarang Jadi Wisata Alternatif Isi Libur Nataru, Cocok Buat Refreshing Anak-anak
Pantauan Tribunbanyumas.com, Minggu (26/12/2021), objek wisata milik Pemkot Semarang ini cukup ramai dikunjungi masyarakat.
Penulis: Eka Yulianti Fajlin | Editor: deni setiawan
TRIBUNBANYUMAS.COM, SEMARANG - Obyek Wisata Taman Lele Semarang menjadi alternatif menghabiskan liburan pada momen libur Natal 2021 dan Tahun Baru 2022 (Nataru).
Tempat yang rindang dipenuhi pepohonan serta permainan anak, sangat cocok untuk berlibur bersama keluarga.
Selain itu, tiket masuk cukup terjangkau yakni Rp 10.500.
Baca juga: Berkah Natal, 85 Napi Lapas Semarang Dapat Remisi, Mayoritas Pengurangan Sebulan Masa Hukuman
Baca juga: Sambangi Gereja Katolik St Theresia Bongsari Semarang, Ganjar Terkesima Lihat Empat Tubuh Manusia
Baca juga: Hangga Dari Semarang Menuju Pantai Menganti Kebumen Berakhir Kekecewaan: Jalan Rusak Parah
Baca juga: Ganjar Senang, Umat Kristiani Patuh Protokol Kesehatan, Misal di Gereja Katredal Semarang
Tak hanya ada aneka permainan anak serta beberapa kolam ikan, Taman Lele Semarang juga menyuguhkan fasilitas kolam renang.
Untuk bisa bermain air di kolam renang, pengunjung cukup merogoh kocek Rp 7.500.
Pantauan Tribunbanyumas.com, Minggu (26/12/2021), objek wisata milik Pemkot Semarang ini cukup ramai dikunjungi masyarakat.
Mayoritas merupakan pelancong dari lokal, Kota Semarang dan sekitarnya.
Pengunjung Taman Lele Semarang, Kardi mengajak istri, anak, dan cucunya berwisata di sana.
Alasannya memilih Taman Lele untuk berwisata saat Nataru karena harga tiket masuk yang murah.
Suasana tempat wisata ini juga sangat nyaman sehingga membuat anak dan cucunya betah di Taman Lele Semarang.
"Di sini hawanya adem, sejuk."
"Selain itu juga murah," ucapnya kepada Tribunbanyumas.com, Minggu (26/12/2021).
Cucunya, kata dia, juga senang dengan wahana di sana.
Terlebih, saat ini sudah ada fasilitas kolam renang yang tentunya sangat disukai anak-anak.
"Tadi jalan-jalan ke Jembatan, pindah main lagi."
"Ini juga mau berenang," katanya.
Di tengah pandemi ini, dia berucap, lebih memilih destinasi wisata lokal Semarang saja.
Hal ini untuk meminimalisir penyebaran Covid-19.
Sebelumnya, Kepala Disbudpar Kota Semarang, Indriyasari mengatakan, dibatalkannya PPKM Level 3 di semua wilayah dimungkinkan akan terjadi lonjakan pengunjung di sejumlah tempat wisata di Kota Semarang selama Nataru.
Dia meminta seluruh industri wisata melakukan pembatasan pengunjung baik tempat wisata, hotel, restoran, dan tempat hiburan.
Setiap industri wisata perlu mempersiapakn beberapa plan atau rencana mengantisipasi seandainya terjadi lonjakan pengunjung.
Disbudpar juga menyiapkan strategi mengantisipasi terjadinya lonjakan di beberapa titik yang disinyalir terjadi keramaian.
Misalnya Kota Lama dan Simpanglima Semarang.
Pihaknya akan berkoordinasi dengan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait, kecamatan, kelurahan, dan kepolisian untuk turun pada hari-hari tertentu selama Nataru. (*)
Disclaimer Tribun Banyumas
Bersama kita lawan virus corona.
Tribunbanyumas.com mengajak seluruh pembaca untuk selalu menerapkan protokol kesehatan dalam setiap kegiatan.
Ingat pesan ibu, 5M (Memakai masker, rajin Mencuci tangan, selalu Menjaga jarak, Menghindari kerumunan, mengurangi Mobilitas).
Baca juga: Cilacap Banjir Pujian, Dinilai Berhasil Budidayakan Ikan Sidat, Segara Anakan Jadi Jujukan Peneliti
Baca juga: Baru Satu Jam Diparkir, Motor Pengunjung Rental PS di Cilacap Raib Digondol Maling
Baca juga: Tak Cuma Miras, Polresta Banyumas Juga Musnahkan Knalpot Brong, Caranya Dipotong Jadi Dua Bagian
Baca juga: Manajemen Bus Mandala Sudah Memecatnya, Nasib Sopir yang Terobos Palang KA di Sumpiuh Banyumas