Berita Jawa Tengah
Terbengkelai Tiga Tahun Karena Pandemi, Wisata Buah Sidomakmur Kendal Dibuka Lagi Tahun Depan
pengembangan wisata di desanya dipusatkan di kawasan Wana Wisata Taman Buah kawasan Perhutani, Desa Sidomakmur, Kecamatan Kaliwungu Selatan, Kendal.
Penulis: Saiful Masum | Editor: deni setiawan
TRIBUNBANYUMAS.COM, KENDAL - Pemerintah Desa Sidomakmur, Kecamatan Kaliwungu Selatan, Kabupaten Kendal mengambil langkah cepat untuk memulihkan perekonomian masyarakatnya pasca pandemi Covid-19.
Kini pemerintah desa setempat mulai menata kembali wana wisata yang sudah dirintis pada 2018 silam.
Rencananya, bakal dikembangkan hingga 10 hektare menjadi wisata buah pada awal 2022.
Baca juga: Harga Bahan Pokok di Kendal Merangkat Naik, Cabai Rawit Merah Tembus Rp 75.000 per Kilogram
Baca juga: Ini Hasil Visum Temuan Jasad Bayi di Kaliwungu Kendal - Hampir Sepekan Meninggal Sebelum Ditemukan
Baca juga: Penerimaan Rapor dan Libur Semester Diubah Lagi, Disdikbud Kendal: Jadwal Sesuai Kalender Pendidikan
Baca juga: Penghujung Tahun, 150 Pelajar Berprestasi Dapat Beasiswa, Disdikbud: Bagian Program Kendal Cerdas
Kepala Desa Sidomakmur, Bambang Sukaryono mengatakan, pengembangan wisata di desanya dipusatkan di kawasan Wana Wisata Taman Buah kawasan Perhutani.
Ia mempunyai mimpi untuk memajukan wisata tersebut seperti Taman Buah Mekarsari di Bogor, Jawa Barat.
"Taman buah Sidomakmur ini dirintis pada 2018."
"Namun terbengkalai karena pandemi, dan rencananya akan kami seriusi lagi pada Januari 2022," terangnya kepada Tribunbanyumas.com, Jumat (17/12/2021).
Kini ada 4 hektare lahan yang sudah mulai ditanami berbagai pohon buah-buahan.
Seperti rambutan, mangga, kelengkeng, jambu, sirsak, belimbing, pepaya, pisang, dan beberapa jenis buah lainnya.
"Awalnya kami mengajak warga yang melangsungkan pernikahan agar bisa tanam pohon di kebun ini, dan berjalan sempat ramai."
"Nah kami akan seriusi lagi agar bisa berkembang untuk ekonomi masyarakat juga," kata dia.
Bambang menyebut, pada Januari nanti akan dilangsungkan pemotongan pohon-pohon jati yang sudah dikeringkan.
Setelah itu, lahan sekitar 10 hektare mulai digarap lebih serius.
Mayoritas akan ditanami tanaman buah, sebagian lain akan dikonsep sebagai taman bunga, spot selfie, bumi perkemahan, wisata air, wisata religi, wisata alam, dan taman bermain.
Sementara itu, pemerintah desa setempat telah menyiapkan 10 ribu bibit pohon buah untuk ditanam serentak awal 2022.