Berita Jawa Tengah
Kekerasan Seksual dan Perundungan di Tempat Pendidikan Lagi Marak, Ganjar: Pasang CCTV!
Kekerasan seksual dan perundungan yang terjadi di tempat pendidikan menjadi perhatian serius Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo.
Penulis: Abduh Imanulhaq | Editor: deni setiawan
"Lalu dibuat pelatihan termasuk pekerja migran, khususnya dari perempuan itu dari Dinas Tenaga Kerja."
"Itu yang coba kita dorong," jelasnya.
Terkait kesetaraan gender, Ganjar menilai kesadaran itu harus dibangun bersama.
Pemahaman dalam proses pengambilan keputusan juga harus memperhatikan kesetaraan gender.
Misalnya di Jawa Tengah dalam Musrenbang selalu melibatkan dan mendengarkan masukan dari kelompok perempuan, anak-anak, dan penyandang disabilitas.
Adapun dalam dialog itu Ganjar juga mendengarkan cerita dari Sulyati, perwakilan ibu-ibu dari Kendal, dan Rima Astuti dari pendamping perempuan pekerja informal.
Sulyati menyampaikan bahwa di desanya sangat kesulitan untuk mengakses fasilitas kesehatan dan lainnya.
Desa Gempol Sewu, Kabupaten Kendal, terpisahkan sungai sehingga harus menggunakan perahu untuk mengakses fasilitas umum seperti Puskesmas, rumah sakit, pendidikan, dan lainnya.
"Tadi ada pertanyaan dan permintaan, Pak Ganjar saya itu tidak punya fasilitas kesehatan yang baik maka banyak orang melahirkan dalam perjalanan, di transportasi seadanya begitu, mungkin perlu juga dibuat jembatan."
"Tadi kalau tidak salah di Kendal."
"Untuk yang seperti ini langsung saya minta dinas untuk menindaklanjuti," jelasnya.
Sementara dari pendamping pekerja perempuan dari sektor informal menyampaikan bahwa mereka yang kerja di rumah merasa kesulitan untuk mengakses BPJS.
"Tentu saja fasilitas dari pemerintah menjadi penting."
"Saya kira dalam trend politik ke depan isu terkait perempuan dan anak ini perlu mendapatkan perhatian serius," katanya. (*)
Baca juga: Jelang Libur Natal dan Tahun Baru, Basarnas Cilacap Mulai Siagakan Personel dan Perlatan SAR
Baca juga: 1.588 Warga Tertipu Arisan yang Dikelola Kakak Beradik di Cilacap, Kerugian Tembus Rp 13,5 Miliar
Baca juga: 41 UMKM di Banyumas Terima Dana Bergulir Rp 1,49 Miliar, Dua Tahun Dikenai Bunga 2 Persen
Baca juga: Banyumas Mulai Vaksinasi Anak Usia 6-11 Tahun, Launching di MI Maarif NU Banjarparakan