Berita Banjarnegara

Satpol PP Banjarnegara Amankan Sekretaris Dinas dan Bu Guru Ngamar, Berakhir Pembinaan

Pasangan camat dan ASN perempuan dari Karanganyar yang terjaring razia di sebuah hotel bukan satu-satunya PNS yang diamankan Satpol PP Banjarnegara.

Penulis: khoirul muzaki | Editor: rika irawati
TRIBUNBANYUMAS/KHOIRUL MUZAKI
Kepala Satpol PP Banjarnegara Esti Widodo dalam konferensi pers terkait razia hotel dan kos, di aula kantor Satpol PP Banjarnegara, Kamis (9/12/2021). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, BANJARNEGARA - Pasangan camat dan ASN perempuan dari Karanganyar yang terjaring razia di sebuah hotel di Banjarnegara bukan satu-satunya PNS yang diamankan Satpol PP Banjarnegara.

Sebelumnya, Satpol PP Banjarnegara juga mengamankan pasangan bukan suami istri tengah ngamar.

Bahkan, sang pria menjabat sebagai sekretaris dinas, sementara ASN perempuan merupakan guru di satu SD di Banjarnegara.

Sementara, sepanjang 2021, Satpol PP Banjarnegara telah mengamankan 62 pasangan tak resmi dalam operasi rutin.

Puluhan pasangan bukan suami istri itu diamankan dari hotel atau tempat penginapan, hingga tempat kos yang diduga jadi tempat prostitusi.

"Ada 12 tempat kos yang kami datangi dan kami bina," kata Kepala Satpol PP Kabupaten Banjarnegara Esti Widodo, dalam konferensi pers di kantornya, Kamis (9/12/2021).

Baca juga: Kasus Ayah Cabuli Anak Tiri di Banjarnegara - Terungkap Seusai Sang Ibu Meninggal, Begini Ceritanya

Baca juga: Tepergok Ngamar dengan Anak Buah di Banjarnegara, Camat Asal Karanganyar Mengaku sedang Sakit

Baca juga: Turut Cari Korban Erupsi Gunung Semeru, Relawan RAPI Banjarnegara: Ketinggian Abu Sampai 3 Meter

Selain mengecek status mereka, petugas juga memeriksa kesehatan mereka dari kemungkinan tertular HIV/AIDS.

Setelahnya, petugas melakukan pembinaan rohani agar pasangan bukan suami istri yang terjaring razia tersebut tidak mengulang perbuatannya.

Rupanya, dari banyak pasangan yang terjaring razia, sebagian di antaranya masih remaja dan berstatus pelajar.

Esti mengatakan, penanganan kasus prostitusi yang dilakukan Satpol PP itu bisa ditarik ke tanah pidana.

Apalagi, mengacu pada peraturan daerah (Perda) yang jadi pedoman kerja Satpol PP, sanksi untuk pelaku prostitusi masih sangat ringan.

Tetapi, sanksi pidana, menurut dia, belum tentu membuat pelaku jera.

Karena itu, pihaknya lebih mengedepankan fungsi pendapampingan agar para pelaku prostitusi bisa kembali ke jalan yang benar.

"Pertanyaannya, adakah yang berhasil? Ada, ada remaja yang mungkin awalnya hanya rasa ingin tahu atau diiming-imingi uang menjadi tidak lagi terjun di dunia itu," kata dia. (*)

Baca juga: Cetak KTP dan KK di Kecamatan Margadana Kota Tegal Kini Bisa Mandiri, Cukup Datang ke Mesin ADM

Baca juga: Bejat! Guru Agama di Cilacap Cabuli 15 Siswinya yang Masih SD

Baca juga: Tepergok Mencuri Uang Rp 6 Juta di Toko Bangunan di Tambak Banyumas, Warga Surabaya Dihajar Massa

Baca juga: Masih Disanksi WADA, Indoneia Tak Boleh Kibarkan Merah Putih saat Lawan Kamboja di Piala AFF 2020

Sumber: Tribun Banyumas
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved