Berita Jawa Tengah
Puncak Perayaan HUT ke 76 PGRI di Semarang, Ganjar Minta Maaf Datang Saat Acara Hampir Selesai
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menghadiri puncak perayaan Hari Ulang Tahun ke-76 PGRI yang digelar di Balairung UPGRIS Semarang.
Penulis: Abduh Imanulhaq | Editor: deni setiawan
TRIBUNBANYUMAS.COM, SEMARANG - Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo menghadiri puncak perayaan HUT ke-76 PGRI yang digelar di Balairung UPGRIS Semarang, Rabu (8/12/2021).
Mengenakan seragam PGRI, Ganjar disambut begitu meriah.
Ganjar tiba ke lokasi sekira pukul 12.00.
Baca juga: Berikut Langkah Preventif Pemprov Jateng Hadapi Libur Nataru, Ganjar: Kami Sudah Bagi Tugas
Baca juga: Pemprov Jateng Terima Anugerah Meritokrasi Tahun 2021, Ini Kata Gubernur Ganjar Pranowo
Baca juga: Ganjar Beri Waktu Dua Pekan, Capaian Vaksinasi Minimal Harus 70 Persen di Tiga Daerah Ini
Baca juga: Ganjar Tegur 3 Kabupaten, Capaian Vaksinasi Covid di Bawah 70 Persen: Saya Minta, Digenjot 2 Pekan
Saat Ganjar datang, acara yang dihelat sudah hampir selesai.
Ganjar langsung diminta oleh MC memberikan sambutan pada acara itu.
"Mohon maaf Bapak, Ibu, saya tadi harus mengikuti Rakor dengan Mendagri sehingga terlambat."
"Saya ucapkan selamat ulang tahun untuk PGRI dan saya doakan panjenengan sehat semuanya," sapa Ganjar mengawali sambutan.
Ganjar mengatakan, tantangan guru di Indonesia saat ini sangat berat.
Pandemi memberikan pukulan keras pada semua sektor, termasuk sektor pendidikan.
"Maka saya berharap guru-guru tetap melakukan inovasi dan kreasi di tengah disrupsi di dunia pendidikan."
"Ada tantangan masa depan yang sangat luar biasa yang menghadang dunia pendidikan kita," ucapnya.
Guru, lanjut Ganjar, diminta melakukan lompatan-lompatan.
Baik di sisi cara belajar mengajar, metode hingga metodologi pembelajaran.
Hal itu penting untuk mengejar ketertinggalan dari negara lain.
"Saya juga titip, anak-anak kita dibekali life skill agar mereka mampu menjawab tantangan zaman."
"Tidak kalah penting adalah membangun karakter anak-anak agar tidak mudah membully temannya sendiri, tidak ngamukan dan selalu hormat pada guru dan orangtua," tegasnya.
Hanya dengan cara itulah, generasi Indonesia lanjut Ganjar akan menjadi generasi yang lengkap dan paripurna.
Mereka memiliki pengetahuan yang bagus, karakter bagus dan nilai-nilai spiritual yang bagus.
"Mereka adalah generasi muda yang kita siapkan untuk menyongsong masa depan yang gemilang," terangnya.
Indonesia, lanjut Ganjar, akan mengalami bonus demografi pada 2045.
Saat itulah ditentukan, apakah Indonesia akan menjadi negara besar seperti banyak pakar memprediksikan, atau hanya biasa-biasa saja.
"Gurulah yang bisa menyiapkan itu."
"Kami orangtua hanya mendukung dari belakang."
'Maka guru sekarang tidak boleh hanya mengajar, tapi memfasilitasi dan mendukung potensi anak-anak dengan kreasi dan inovasi," pungkasnya. (*)
Baca juga: Siapakah Dia? Bupati Kebumen Sebut Masih Ada Pejabat Eselon III Suka Memainkan Anggaran
Baca juga: Segera Dibangun Pabrik Sarung Tangan Kualitas Ekspor di Kebumen, Rekrut 5.000 Pekerja Lokal
Baca juga: Bejat! Guru Agama di Cilacap Cabuli 15 Siswinya yang Masih SD
Baca juga: Stasiun Cilacap Layani Tes Rapid Antigen, Buka Setiap Hari Pukul 08.00-16.00 WIB