Berita Demak
Pemuda di Demak Diculik, Pelaku Minta Tebusan Rp 1,5 Juta
Pemuda warga Desa Kebonbatur, Kecamatan Mranggen, Kabupaten Demak, diduga menjadi korban penculikan.
Penulis: Reza Gustav Pradana | Editor: rika irawati
TRIBUNBANYUMAS.COM, DEMAK - Pemuda warga Desa Kebonbatur, Kecamatan Mranggen, Kabupaten Demak, diduga menjadi korban penculikan.
Pemuda bernama Bagus Pujianto (20) itu dilaporkan hilang sejak 17 November 2021.
Terakhir, keluarga melihat Bagus berangkat kerja sebagai cleaning service di tempat karaoke di Kota Semarang.
Dugaan penculikan menguat lantaran keluarga mendapat panggilan dari seorang pria yang mengaku sebagai penculik dan meminta tebusan.
Kakak Bagus, Pipin Puji Astuti (32), menceritakan kronologis kejadian.
Pagi sebelum kejadian, Pipin mengantar Bagus berangkat kerja.
"Seperti biasa, saya antar dia ke halte di Penggaron untuk berangkat kerja naik Bus Trans Semarang ke daerah Gajahmada Semarang. Malam, sepulang kerja, biasanya saya juga yang menjemput."
"Tapi, malam hari, saya menunggu Bagus di halte namun tak kunjung terlihat dan tidak bisa dihubungi."
"Teman-teman kerjanya juga mengatakan Bagus tidak berangkat pada hari itu," ujar Pipin, Senin (6/12/2021).
Baca juga: Mulai Disidangkan, Kakek Bacok Terduga Maling Ikan di Demak Dituntut 2 Tahun Penjara
Baca juga: Rob Genangi Permukiman di Gemulak Demak, Warga: Tahun Ini Baru Pertama
Baca juga: Suami Istri asal Demak Curi Rumah Kosong di Kota Semarang, Kendarai Mobil agar Dikira Pindahan Rumah
Baca juga: Warga Tolak Penetapan Tanah Musnah Lahan Tambak Terdampak Tol Semarang-Demak
Sejak saat itu, Pipin selalu mengontak ponsel Bagus namun tak ada respons.
Hingga akhirnya, pada 26 November 2021, keluarga Bagus mendapat panggilan dari seorang pria tak dikenal yang mengaku sedang bersama Bagus.
"Malam itu, penelepon meminta uang sebesar Rp 2,6 juta. Saya yang saat itu panik terus-terusan menelepon nomor itu tapi tidak pernah diangkat."
"Setelah itu, orang tak dikenal itu mengirimkan voice note (pesan suara) melalui WhatsApp, bilang kalau Bagus akan baik-baik saja asal pihak keluarga mentransfer uangnya."
"Orang itu kemudian menurunkan jumlah uang yang diminta, sempat sebesar Rp 2 juta dan turun hingga Rp 1,5 juta."
"Saya saat itu panik sekali. Berhubung saya tidak punya uang, saya meminta kakak saya dan malam itu juga kami langsung transfer ke rekening BCA penelepon," imbuhnya.
Setelah pihak keluarga mentransfer uang yang diminta, Pipin mengatakan, nomor itu tak dapat dihubungi lagi.
Padahal, dalam voice note tersebut, penelepon berjanji melepaskan Bagus dan mengantarkannya naik bus dan pulang.
Penelepon mengaku bersama Bagus. Mereka sudah berada di Jakarta.
"Saya juga sempat divideo call dan terlihat Bagus di suatu tempat. Tapi, Bagus tak berbicara sepatah kata pun, hanya mengangguk dan menggeleng."
"Saya minta Bagus menggerakan kameranya ke arah sekitarnya namun Bagus tidak mau karena di sebelahnya bersama pria tak dikenal itu," lanjut Pipin.
Baca juga: Hore! Siswa di Banyumas Dapat Libur Semesteran 2 Pekan. Libur Mulai 20 Desember
Baca juga: 5 Berita Populer: PITI Berharap Ada Mualaf Center di Banyumas-Korban Tewas Erupsi Semeru Bertambah
Baca juga: Harga Emas Antam di Pegadaian Pagi Ini, Selasa 7 Desember 2021: Rp 969.000 Per Gram
Sambil menangis, Pipin berharap, Bagus bisa segera pulang dan selamat sampai di rumah.
Bagus dikenal sebagai sosok yang pendiam tak penurut. Bahkan, Pipin mengatakan, sering mengantarkan dan menemani Bagus ketika beraktivitas di luar rumah.
Pihak keluarga pun telah melapor kejadian ini ke Polsek Mranggen, Demak.
Kapolsek Mranggen AKP A M Tohari ketika dihubungi membenarkan laporan tersebut.
Polisi saat ini tengah menindaklanjuti laporan tersebut. (*)