Berita Demak

Mulai Disidangkan, Kakek Bacok Terduga Maling Ikan di Demak Dituntut 2 Tahun Penjara

Kasus Kasmito (74), kakek membacok orang diduga pencuri ikan di Demak telah masuk ke persidangan.

Editor: rika irawati
TRIBUNBANYUMAS/REZA GUSTAV PRADANA
Kapolres Demak AKBP Budi Adhy Buono menjelaskan peristiwa pembacokan di Mijen, Demak, Rabu (13/10/2021). Kasus ini dipicu dugaan pencurian ikan di kolam tambak. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, DEMAK - Kasus Kasmito (74), kakek membacok orang diduga pencuri ikan di Demak telah masuk ke persidangan.

Dalam persidangan yang digelar di Pengadilan Negeri (PN) Demak, Senin (29/11/2021), jaksa penuntut umum dari Kejaksaan Negeri Demak menuntut Kasmito hukuman dua tahun penjara.

Mbah Minto, warga Desa Pasir, Kecamatan Mijen, Demak itu didakwa telah melakukan penganiayaan berat terhadap Marjani, yang mengakibatkan korban mengalami luka parah.

Berdasarkan fakta di persidangan, diketahui, terdakwa Mbah Minto telah dengan sengaja membacok korban menggunakan celurit lebih dari dua kali di bagian leher dan bahu.

Baca juga: Bacok Pria Diduga Pencuri Ikan Embung di Mijen Demak, Kakek 74 Tahun Ditahan Polisi

Baca juga: Rob Genangi Permukiman di Gemulak Demak, Warga: Tahun Ini Baru Pertama

Baca juga: Suami Istri asal Demak Curi Rumah Kosong di Kota Semarang, Kendarai Mobil agar Dikira Pindahan Rumah

Baca juga: Aksi Adi Sinau Hurip Disaksikan Langsung Ganjar Pranowo, Begini Cara Memanusiakan ODGJ di Demak

Suhendra, Kepala Kejaksaan Negeri Demak mengatakan, penuntut umum menuntut Mbah Minto selama 2 tahun penjara dikurangi masa hukuman sementara karena telah melakukan perbuatan penganiayaan berat yang mengakibatkan luka berat sebagaimana dimaksud pasal 351 ayat (2) KUHP dengaa ancaman pidana maksimal 5 tahun.

"Tuntutan 2 tahun penjara ini sudah kami pertimbangkan dengan baik, baik secara psikologis, sosiologis, maupun yuridis," kata Suhendra dalam keterangan persnya di Kantor Kejaksaan Negeri Demak, Selasa (30/11/2021).

Kasus pembacokan yang dilakukan Mbah Minto sempat menjadi perhatian publik.

Mbah Minto membacok Marjani, Selasa (7/9/2021).

Kala itu, Mbah Minto memergoki Marjani di dekat kolam ikan yang dijaga. Mbah Minto menduga Marjani sebagai pencuri ikan.

Tanpa memberikan peringatan, Mbah Minto langsung menyabetkan senjata tajamnya ke tubuh Marjani yang mengakibatkan luka parah.

Meskipun Marjani sudah meminta maaf namun Mbah Minto tidak menghiraukan dan kembali menyabetkan celuritnya.

Menurut Suhendar, alasan upaya pembelaan diri Mbah Minto tidak tepat secara hukum karena perbuatan membacok korban dengan alasan korban akan mencuri ikan adalah tindakan berlebihan dan tindakan main hakim.

Padahal, tidak ada keadaan yang membahayakan Mbah Minto dari Marjani.

Baca juga: Kemenag Matangkan Rencana Umrah, Ada Skenario Keberangkatan Dipusatkan dari Bandara Soekarno Hatta

Baca juga: Jelang Putaran Kedua Liga 1, Flavio Beck Junior Dikabarkan Bakal Kembali Merapat ke PSIS Semarang

Baca juga: Rumah Rasem di Kotayasa Banyumas Rata dengan Tanah, Terbakar saat Pemilik Mengikat Sayur

Baca juga: Selamat! Messi Dinobatkan sebagai Pemain Terbaik dan Raih Ballon dOr 2021

Oleh karena itu, tindakan melumpuhkan pencuri yang dilakukan terdakwa semestinya tidak harus dengan membacok korban menggunakan celurit sehingga berakibat luka berat yang dapat mendatangkan maut.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved