Berita Kriminal Hari Ini

Karir Pengusaha Miras Ilegal Berakhir di Penjara, Kapolres Pati Sebut Omsetnya Capai Rp 100 Juta

KL mengedarkan miras produksinya yang dikemas dalam botol berukuran 1,5 liter di wilayah eks Karesidan Pati hingga Tuban Jawa Timur.

Penulis: Mazka Hauzan Naufal | Editor: deni setiawan
POLRES PATI
Kapolres Pati, AKBP Christian Tobing meminta keterangan dari KL, pemilik rumah produksi miras ilegal di Desa Tegalharjo, Kecamatan Trangkil, dalam konferensi pers di Markas Sat Samapta Polres Pati, Senin (6/12/2021). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, PATI - KL (46), warga Tuban, Jawa Timur, dibekuk polisi atas aktivitasnya memproduksi minuman keras (miras) ilegal jenis arak di Kabupaten Pati.

Pada 28 September 2021, polisi menggerebek rumah produksi miras ilegal yang dioperasikan KL.

Dalam memproduksi miras ilegal, KL bekerja sama dengan seorang rekannya, yakni GW yang masih buron.

Baca juga: PBB-P2 Kabupaten Pati Sudah Melebihi Target Tahun Ini, Kecamatan Winong Paling Cepat Lunas

Baca juga: Komplotan Maling Peralatan Konstruksi Dibekuk Polisi di Pati, Disebut Sudah Tiga Bulan Beraksi

Baca juga: Bocah Kelas V SD Tewas Tenggelam, Terpeleset Hendak Ambil Bola di Embung Tlogodowo Kabupaten Pati

Baca juga: Bupati Pati Tak Mau Lagi Bernegoisasi, Kompleks Lokalisasi Lorok Indah Tetap Ditutup dan Dibongkar

Tempat produksi miras tersebut berada di Dukuh Tlogowiru, Desa Tegalharjo, Kecamatan Trangkil, Kabupaten Pati.

Kapolres Pati, AKBP Christian Tobing mengatakan, pihaknya telah menyita alat-alat produksi miras jenis arak oplosan milik tersangka.

“Jadi tempat itu berupa pabrik minuman keras, kami sita alat-alatnya."

"Seperti tungku penyulingan, drum, dan botol-botol miras yang sudah dikemas."

"Dari hasil pengecekan laboratorium forensik, ditemukan bahwa kadar (alkohol) juga tidak sesuai, termasuk miras oplosan."

"Kadarnya 25 persen,” kata AKBP Christian kepada Tribunbanyumas.com, Senin (6/12/2021).

Dia menambahkan, KL mengedarkan miras produksinya yang dikemas dalam botol berukuran 1,5 liter di wilayah eks Karesidan Pati.

Bahkan juga sampai ke Tuban Jawa Timur.

“Dilihat dari alat yang digunakan, termasuk drum, dalam dua minggu mereka bisa produksi 5 ribu botol."

"Omzetnya Rp 60 juta sampai Rp 100 juta per bulan,” kata AKBP Christian.

KL kini terancam pidana penjara paling lama 5 tahun atau denda pidana paling banyak Rp 10 miliar.

Ia dianggap melakukan tindak pidana tidak melengkapi label berbahasa Indonesia pada barang yang diperdagangkan di dalam negeri serta tidak memiliki izin usaha di bidang perdagangan. (*)

Baca juga: Kehidupan Pesisir Kota Pekalongan Terpotret di Film Alang Alang, Diputar di Layar Lebar Awal 2022

Baca juga: Perkelahian Berujung Maut di Kendal, Kapolres: Dipicu Asmara Rekan Kerja

Baca juga: Pedagang Pasar Relokasi Johar di Kawasan MAJT Semarang Resah, Sewa Lahan Habis 21 Desember

Baca juga: Akhir Tahun Capai 80 Persen, Target Vaksinasi di Kudus, Dinkes: Kurang 7 Persen Lagi

Sumber: Tribun Banyumas
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved