Breaking News:

Berita Hiburan

Kehidupan Pesisir Kota Pekalongan Terpotret di Film Alang Alang, Diputar di Layar Lebar Awal 2022

Aktivitas masyarakat di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) dan pesisir Kota Pekalongan menarik perhatian sineas Khusnul Khitam atau yang akrab disapa Tatam.

Penulis: faisal affan | Editor: rika irawati
TRIBUNBANYUMAS/FAIZAL M AFFAN
Sutradara film Alang Alang, Khusnul Khitam (dua dari kiri), bersama Awang (tengah) dan Annisa Putri Ayudya (dua dari kanan), dalam konferensi pers Film Alang Alang di Verve Bistro & Coffee Bar, Senin (15/11/2021) malam. Film Alang-Alang bercerita tentang kehidupan seorang anak di sebuah tempat pelelangan ikan di Kota Pekalongan. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, SEMARANG - Aktivitas masyarakat di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) dan pesisir Kota Pekalongan menarik perhatian sineas Khusnul Khitam atau yang akrab disapa Tatam.

Bahkan, tak butuh waktu lama bagi Sutradara tersebut memvisualisasikan kehidupan warga pesisir dalam film.

Hanya 14 hari, Tatam menggarap film yang diberi judul Alang Alang. Menurutnya, 80 persen film ini dikerjakan di Pekalongan.

Dalam film tersebut, Tatam yang juga bertindak sebagai penulis naskah, menggandeng artis Annisa Putri Ayudya.

Menurut Tatam, film Alang Alang bercerita tentang seorang anak yang tidak menemukan kenyamanan di rumah.

"Si anak ini tidak pernah bisa merasa tenang ketika berada di rumah. Sehingga, dia lebih memilih menemukan dunia yang lebih baik, menurutnya, yakni di pesisir dan TPI," terangnya dalam konferensi pers di acara Road Tour film Alang Alang di Verve Bistro & Coffee Bar Semarang, Senin (15/11/2021).

Baca juga: Sambut Hari Ayah, Sineas Kota Semarang Produksi Film Tiga Babak Bapak. Cerita 3 Bapak Hadapi Masalah

Baca juga: Pengemasan The Mentors Bikin Ganjar Terkesan, Film Dokumenter Menyoal Nasib Eks Napiter

Baca juga: BNNK Banyumas Bikin Film Pendek, Sudah Bisa Ditonton di Youtube, Judulnya Kulika di Balik Kandang

Baca juga: Ivan Gunawan Cuma Diberi Waktu Dua Pekan, Bikin Kostum Karakter Cruella, Film Terbaru Disney

Tak hanya artis nasional, Tatam mengorbitkan pemain lokal. Tatam mengajak Awam, remaja asal Pekalongan, memerankan tokoh Huda.

"Film ini kami produksi bulan Maret lalu. Latar filmnya paling banyak menggambarkan kehidupan di pesisir dan TPI."

"Mengapa namanya Alang Alang? Itu bukan sebuah ilalang, rumput liar. Kalau di pesisir, alang-alang adalah sebutan bagi mereka yang suka mencuri ikan nelayan," ungkap Tatam.

Mengerjakan sebuah film sebelum gelombang kedua covid-19 bukanlah hal yang mudah.

Halaman
12
Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved