Breaking News:

Berita Semarang

Saat Pergantian Tahun, Polres Semarang Larang Warga Gelar Pesta Kembang Api dan Konvoi Kendaraan

Upaya mencegah ledakan Covid-19 saat libur Natal dan Tahun Baru disiapkan Polres Semarang.

Editor: rika irawati
AFP PHOTO/ANTHONY WALLACE
ILUSTRASI. Pesta kembang api di Victoria Harbour pada perayaan sambut tahun baru di Hongkong, Selasa (1/1/2019). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, UNGARAN - Upaya mencegah ledakan Covid-19 saat libur Natal dan Tahun Baru disiapkan Polres Semarang.

Satu di antaranya, melarang pesta kembang api saat pergantian tahun.

"Kami (Polres Semarang) akan melaksanakan sosialisasi secara terus menerus untuk melarang pelaksanaan pesta kembang api," kata Kapolres Semarang AKBP Yovan Fatika kepada wartawan, Selasa (23/11/2021).

Mengenai kebijakan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat level 3 saat libur Natal dan Tahun Baru, Yovan mengatakan, penerapannya menunggu Instruksi Mendagri (Inmendagri) terbaru.

"Nantinya, peraturan persis pada 24 Desember 2021-2 Januari 2022 akan mengacu pada Inmendagri baru tersebut," kata Yovan.

Baca juga: Talud Ambrol Timpa Mobil Boks di Jambu Semarang, Sebelumnya Hujan Deras Turun Sekitar 2 Jam

Baca juga: Tiga Kelas SD Negeri Kupang 1 Kabupaten Semarang Rawan Ambrol, Atap Retak Dampak Gempa Swarm

Baca juga: Tepergok Curi Motor di Ungaran, Warga Demak Dihajar Warga saat Tertangkap di Tembalang Kota Semarang

Saat ini, lanjutnya, polisi telah melakukan koordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Semarang untuk mengendalikan penyebaran Covid-19.

"Kabupaten Semarang sudah masuk Level 1 sehingga ini harus dijaga terus. Kami berkoordinasi dengan pemerintah daerah guna melaksanakan peraturan tersebut guna mencegah penularan Covid-19 di libur Natal dan Tahun Baru," jelas Yovan.

Sementara itu, Bupati Semarang Ngesti Nugraha mengatakan, warga juga dilarang melakukan konvoi saat malam Tahun Baru 2022.

"Secara nasional, serentak mulai 24 Desember 2021 sampai 2 Januari 2022 diberlakukan PPKM Level 3 secara ketat untuk membatasi mobilitas masyarakat," tegasnya.

Terpisah, Manajer Kampoeng Kopi Banaran Frina Bonita mengaku siap mematuhi anjuran pemerintah terkait pencegahan penyebaran Covid-19.

"Kami semua berharap, pandemi segera berlalu dan kehidupan kembali normal. Saat ini sudah PPKM level 1 dan ada berbagai kelonggaran, ini harus kita jaga bersama," ungkapnya.

Baca juga: Wali Kota Salatiga Ingatkan Warga Cegah DBD dan Chikungunya, Sejak Oktober Puluhan Warga Terjangkit

Baca juga: Jadi Kado di Hari Guru Nasional, Siswa SMP Negeri 1 Kudus Berlomba Lukis Wajah Wali Kelas

Baca juga: Pilkades Serentak di Banyumas Siap Digelar, Pemilih Dibatasi 500 Orang Per TPS

Baca juga: Ganjar Minta Bupati/Wali Kota Gaji Guru Honorer Setara UMK: Tidak Ada, Ya Gaji Kita yang Dikurangi

Sebagai pengelola tempat wisata, Frina berharap ada kelonggaran pada PPKM Level 3 saat Natal dan Tahun Baru.

"Harus mendukung apa pun yang menjadi kebijakan pemerintah dalam rangka mengendalikan lonjakan kasus aktif Covid-19."

"Karena itu, kami tidak mau lalai yang dampaknya akan terjadi lonjakan kasus Covid-19 gelombang ketiga atau ada penutupan kembali kegiatan pariwisata secara total," ucapnya. (*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Kabupaten Semarang Larang Pesta Kembang Api Saat Perayaan Tahun Baru 2022".

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved