Breaking News:

Berita Jateng

Pemprov Jateng Siap Distribusikan 200 Ton Beras ke Wilayah Terdampak Bencana

Pemerintah Provinsi Jateng menyiapkan 200 ton beras menghadapi bencana. Stok logistik tersebut siap didistribusikan ke wilayah terdampak bencana.

Penulis: budi susanto | Editor: rika irawati
TRIBUNBANYUMAS/BUDI SUSANTO
Kantor Dinas Ketahan Pangan Provinsi Jateng, beberapa waktu lalu. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, SEMARANG - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menyiapkan 200 ton beras untuk menghadapi bencana. Stok logistik tersebut siap didistribusikan ke wilayah terdampak bencana.

"Setiap tahun memang disediakan cadangan pangan untuk kondisi darurat, terutama untuk wilayah terdampak bencana. Tahun ini masih ada 200 ton beras untuk masyarakat terdampak bencana," kata Kepala Dinas Ketahan Pangan Provinsi Jawa Tengah Agus Wariyanto, Rabu (24/11/2021).

Menurut Agus, cadangan pangan untuk bencana juga disiapkan pemerintah pusat lewat Bulog. Jumlahnya mencapai 200 ton.

"Sementara, untuk tingkat kabupaten atau kota, cadangan pangan yang disimpan di Bulog 100 ton, yang bisa digunakan saat kondisi darurat untuk masyarakat terdampak bencana."

"Jadi, total stok untuk logistik kedaruratan mencapai 500 ton," tambahnya.

Baca juga: Ketua DPRD Jateng Minta Pemerintah Cari Solusi Lahan Pertanian Menyusut akibat Proyek Tol Solo-Yogya

Baca juga: Memasuki Musim Penghujan, Dinkes Jateng Minta Warga Mewaspadai DBD dan Leptospirosis

Baca juga: Sudah Diputuskan Gubernur Ganjar, Upah Minimun Jateng Tahun 2022 Naik 0,78 Persen

Baca juga: Sedot Perhatian Warganet, Ucapan Selamat Ganjar Pranowo Kepada Ketua PDIP Jateng

Sementara, catatan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jateng, banjir telah melanda tiga wilayah di Pemalang, Kota Tegal, serta Kabupaten Tegal.

Setidaknya, ada 5000 jiwa terdampak akibat banjir tersebut.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala BPBD Jateng, Syarifuddin, mengatakan, banjir di tiga wilayah tersebut dipicu luapan air Sungai Rambut, Medana, dan Kemiri.

"Alhasil, sejumlah pemukiman teredam air dengan ketinggian 50 sentimeter hingga 2 meter," paparnya, Rabu.

Meski kerugian yang ditimbulkan cukup masif namun ia menuturkan, tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut.

"Sampai sekarang, air mulai surut. Kami juga sudah melakukan koordinasi dengan pemerintah terkait pendistribusian logistik pangan dan dapur umum," tuturnya. (*)

Baca juga: Korpri Cilacap Bantu Perbaiki 70 RTLH Milik Anggota, Rp 15 Juta Per Rumah

Baca juga: UMK Kudus 2022 Diusulkan Rp 2.293.058, Naik Sekitar Rp 2.000

Baca juga: 70 CPNS Purbalingga Lulus Latsar, Sekda: Jargon Berakhlak Harus Benar-benar Diamalkan

Baca juga: Sepasan Anak Punk Nekat Rampok Minimarket di Kendal buat Modal Nikah

Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved