Berita Batang
Asa Petani Gaharu Batang Meraih Cuan: Jauh-jauh Datangkan Pendamping dari Blitar Jawa Timur
Dalam budi daya ini, mereka mendapat pendampingan dari pegiat gaharu asal Blitar, Jawa Timur, Dewi Fortuna.
Penulis: dina indriani | Editor: rika irawati
TRIBUNBATANG.COM, BATANG - Pohon gaharu atau Agarwood merupakan salah satu tanaman yang terkenal memiliki nilai ekonomi hingga ratusan juta.
Hal itu lantaran pohon gaharu memiliki berbagai manfaat, mulai sebagai bahan pengharum hingga obat herbal.
Permintaannya pun kian tinggi, baik di pasar lokal maupun pasar internasional.
Hanya saja, populasi pohon ini di hutan Indonesia terancam punah.
Karenanya, untuk memenuhi kebutuhan pasar dan agar tidak ketergantungan sumber daya alam hutan, petani di Desa Sempu, Kecamatan Limpung, Kabupaten Batang, mulai membudidayakan pohon gaharu yang ditanam di kebun maupun lahan tidur.
Dalam budi daya ini, mereka mendapat pendampingan dari pegiat gaharu asal Blitar, Jawa Timur, Dewi Fortuna.
Pasalnya, tak mudah merawat tanaman bernama latin Aquilaria Malaccensis tersebut.
Salah penanganan, pohon tersebut justru tak produktif.
Baca juga: DLH Batang Bakal Tutup TPS di Pinggir Jalan. Sebagai Ganti, Siapkan Motor Kontainer Sampah
Baca juga: Gagal Lakukan Truk Oleng, Remaja Serempat Tiga Penonton di Batang. Ternyata, Bawa Kabur Truk Ayah
Baca juga: Musim Penghujan Datang, Dinkes Batang Minta Warga Mewaspadai DBD
Baca juga: Dorong Warga Binaan Jadi Atlet, Rutan Batang Gelar Lomba Angkat Besi bagi Tahanan
Berkat pendampingan ini, tanaman gaharu milik petani di Desa Sempu, Batang, membaik dan diharapkan bisa segera dipanen.
Dalam pendampingan itu, petani mendapat pelatihan inokulasi atau cara menyuntikan pohon gaharu menggunakan serum atau vaksin yang dibuat secara mandiri.
Saat ini, hampir 5000 pohon yang dibudidayakan sudah tersuntik dan diharapkan bisa dipanen.
"Dalam memutus rantai ketergantungan kayu gaharu yang dipanen dari hutan harus dilakukan berbagai upaya. Satu di antaranya, dengan pendampingan atau berbagi keahlian kepada para petani," tutur Dewi Fortuna, Minggu (14/11/2021).
Menurut Dewi, budi daya metode rekayasa yang digunakan adalah menyuntik serum ke pohon gaharu lewat cara dibor.
Serum ini bermanfaat merangsang pohon gaharu agar bisa menghasilkan gubal.
Pendampingan ini juga bertujuan menghindarkan petani dari pelanggaran hukum mengingat gaharu merupakan tanaman dilindungi.