Berita Batang
Asa Petani Gaharu Batang Meraih Cuan: Jauh-jauh Datangkan Pendamping dari Blitar Jawa Timur
Dalam budi daya ini, mereka mendapat pendampingan dari pegiat gaharu asal Blitar, Jawa Timur, Dewi Fortuna.
Penulis: dina indriani | Editor: rika irawati
Dewi mengatakan, pasar produk turunan kayu gaharu sangat luas. Selain diminati di pasar lokal Indonesia, banyak permintaan datang dari Timur Tengah dan Eropa.
"Olahan kayu gaharu menjadi produk sangat bernilai jual tinggi, misalnya teh daun gaharu, kopi gaharu, sabun herbal gaharu, dupa/hio, dan parfum dari ekstrak kayu gaharu yang disuling," jelasnya.
Sementara itu, petani gaharu dari Desa Sempu, Kecamatan Limpung, Suprapti, mengatakan, dirinya sempat gagal mengembangkan pohon gaharu.
Akibatnya, dari 90 pohon gaharu yang ditanam, tersisa 30 pohon yang masih hidup.
"Kegagalan itu menjadi pengalaman agar ke depan, dalam merawat dan memelihara pohon gaharu, bisa ditangani lebih profesinoal," ujarnya.
Baca juga: Perkuat Lini Depan, Persijap Jepara Rekrut 3 Pemain Anyar Jebolan Rans FC dan Borneo FC
Baca juga: Kebanjiran, Buku-buku Koleksi Perpustakaan SD Negeri 1 Cangkringan Boyolali Rusak
Baca juga: Indah Kaget Lihat Air Sumur Menghitam, Terdampak Kebakaran Kilang Pertamina Cilacap
Baca juga: Gagal Bergabung di Persijap Jepara Gara-gara Vaksin Covid, Adam Aditya Berlabuh di Persikab Bandung
Merasakan manfaat dari pendampingan yang diperoleh, Suprapti berencana mengajak petani lain gaharu di Batang untuk belajar secara langsung kepada ahli dan pegiat gaharu dari Blitar yang telah sukses mengembangkan gaharu.
"Rencananya, kami akan membentuk kelompok tani yang dikuatkan dengan kelembagaan agar proses menghasilkan produk turunan kayu gaharu bisa terwujud," imbuhnya.
Suprapti juga berharap, ada keberpihakan pemerintah daerah maupun pemerintah pusat untuk mendukung petani gaharu.
"Karena, hasil produksi turunan kayu gaharu nantinya akan ada mata rantai ekonomi yang dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat," ujarnya. (*)