Breaking News:

Berita Solo

Vokal Minta Pengusutan Kasus Tewasnya Gilang, Anggota BEM UNS Solo dapat Teror Lewat Telepon

Beberapa mahasiswa yang vokal menyuarakan pengusutan dan tuntutan keadilan dalam kasus kematian mahasiswa UNS Gilang Endi Saputra, mendapatkan teror.

Penulis: Muhammad Sholekan | Editor: rika irawati
KOMPAS.COM/JAWAHIR GUSTAV RIZAL
Ratusan mahasiswa UNS menghadiri doa bersama 100 Lilin untuk GE yang digelar Selasa (26/10/2021) malam untuk mendoakan Gilang Endi, mahasiswa UNS yang meninggal saat mengikuti Diklatsar Menwa UNS. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, SOLO - Beberapa mahasiswa yang vokal menyuarakan pengusutan dan tuntutan keadilan dalam kasus kematian mahasiswa UNS Gilang Endi Saputra, mendapatkan panggilan telpon dari nomor tak dikenal yang diduga bentuk teror.

Presiden BEM Sekolah Vokasi UNS Dessy Latifatul Laila, satu di antaranya. Dia mendapatkan panggilan telepon dari nomor asing.

Dia mengaku, sebelum adanya kasus dugaan kekerasan hingga meninggalnya mahasiswa Program Studi Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) UNS itu, dia tidak pernah mendapatkan panggilan dari nomor yang dimaksud.

Baca juga: Bertemu Orangtua dan Ziarah ke Makam Gilang, Jajaran Rektorat UNS Minta Maaf

Baca juga: Dua Panitia Diklatsar Menwa UNS Jadi Tersangka Kematian Gilang, Polisi: Diduga Melakukan Kekerasan

Baca juga: Menwa UNS Dibekukan, Sekretariatnya Dibanjiri Poster dan Stiker Tuntutan Keadilan untuk Gilang

Baca juga: UNS Tugaskan Tim Penasihat Hukum Dampingi Mahasiswa yang Diperiksa Polisi Terkait Diklat Maut Menwa

Menurutnya, dia tidak pernah mendapatkan panggilan telpon yang bukan Whatsapp, apalagi nomornya bukan dari kontak yang dia simpan.

"Tapi enggak banyak dan enggak setiap hari, cuma sekali waktu. Entah itu siapa, saya enggak tahu, engga saya angkat," ucapnya saat dikonfirmasi melalui Whatsapp, Senin (8/11/2021).

Dia menjelaskan, panggilan itu masuk di ponselnya pada Sabtu (6/11/2021). Ada tiga panggilan dari nomor misterius.

Bukan hanya Dessy yang mendapatkan panggilan telepon misterius, Zakky, Presiden BEM UNS juga mendapatkan hal yang sama.

Bahkan, Zakky sempat mengangkat telpon yang dimaksud.

Di dalam panggilan itu, hanya terdengar suara orang tertawa.

"Saya juga baru dengar kalau Mas Zakky dapat teror. Telepon yang masuk ke saya itu juga saya mikirnya engga sampe ke situ," ujarnya. (*)

Baca juga: Sandika Ditemukan Tewas di Hari Kedua Pencarian, Hanyut di Sungai Gembong Karanganyar saat Mancing

Baca juga: Persis Solo Ulang Tahun Ke 98, Pemain dan Pelatih Umbar Janji Menang dan Naik Kasta sebagai Kado

Baca juga: Harga Minyak Goreng di Tegal Melonjak, Konsumen Pilih Minyak Kemasan karena Lebih Murah dari Curah

Baca juga: Peringati Hari Pahlawan, 50 Pendaki Muncak Bareng ke Gunung Slamet via Baturranden

Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved